5 Macam Tarian Sulawesi Tengah yang Menjadi Warisan Budaya

Tarian Sulawesi Tengah
tbm-sulteng.com

Tarian Sulawesi Tengah – Salah satu provinsi terluas di Indonesia ini juga menjadi daerah terkaya dengan keragaman kesenian daerahnya, salah satunya yaitu seni tari.


Ragam Tarian Adat Sulawesi Tengah


Ada tarian apa saja ya dari Sulawesi Tengah? Yuk, simak ulasan di bawah ini:

1. Tari Dero

Tarian yang merupakan warisan budaya dari leluhur Suku Pamona ini sudah mengalami modifikasi. Dimana para penari saling berpegangan tangan, padahal dahulunya interaksi tersebut tidak ada sama sekali dalam tarian ini.

Perubahan yang terjadi sejak zaman penjajahan Jepang ini juga menciptakan pergeseran fungsi. Yaitu tari dero yang awalnya dilakukan di tempat ibadah, kini bertambah fungsi menjadi tari persahabatan dan pergaulan.

Meskipun demikian tari dero tidak kehilangan jati dirinya. Tarian ini tetap digunakan sebagai hiburan untuk upacara adat, pesta panen raya, dalam mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan rezeki.
Pada umumnya tari dero dibawakan oleh 1 orang, namun terkadang juga dapat dibawakan secara berkelompok.

2. Tari Dopalak

Sebuah kesenian daerah yang menawan mengilustrasikan bagaimana 7 orang wanita sedang melakukan pekerjaan mendulang. Dalam kurun waktu kurang lebih 7 menit, ketujuh wanita yang menari akan memerankan satu tokoh palima dan enam dayang-dayang.

Palima adalah kepala tari yang memimpin proses mendulang. Diiringi musik dari seperangkat kakula, palima bertugas mencari tempat yang kira mengandung emas diikuti oleh dayang-dayangnya sembari membawa dulang.

Jika tempat sudah ditemukan selanjutnya palima dan para dayang akan mulai mendulang pasir yang bercampur emas. Selendang yang mereka kenakan digunakan sebagai penyaring untuk menyerap emas hasil saringan. Jika dulang sudah penuh terisi emas, barulah mereka pulang.

3. Tari Baliore

Tari baliore merupakan tarian tradisional Sulawesi Tengah yang termasuk ke dalam golongan tari kreasi baru. Berirama ceria dengan iringan alunan musik dari instrumen tetabuhan seperti gendang. Keceriaan tarian ini lebih terasa oleh hentakan lincah dari para penarinya.

Tarian ini pada umumnya selalu dibawakan oleh perempuan. Dahulunya hanya gadis-gadis saja yang menarikan tarian ini sebagai ungkapan rasa gembira. Sebuah bentuk kebahagiaan kala menyambut musim panen tiba.

Saat membawakan tari baliore, para penari akan mengenakan pakaian unik bernuansa cerah. Untuk mendukung suasana biasanya penari juga menambah beberapa aksesoris di tubuhnya.

4. Tari Lumense

Dilihat dari gerakannya tari lumense juga tergolong ke dalam tarian tradisional jenis kreasi baru. Dimana gerakan tarian ini mengalami perubahan seiring semakin modern nya zaman. Tarian yang sudah lahir sejak zaman pra sejarah ini berasal dari daerah Tokotu’a, Sulawesi Tengah.

Meski mengalami modifikasi pada gerakan, namun tidak mengurangi keaslian makna yang disampaikan dalam tarian tersebut. Hal unik yang masih dipertahankan sampai kini adalah peran laki-laki yang dimainkan oleh 12 orang penari yang seluruhnya adalah perempuan.

Sesuai dengan fungsinya sebagai tarian perkenalan, tari lumense dimainkan oleh 6 pasang pria dan wanita. Keunikannya terletak pada sosok pria yang diperankan oleh 6 orang wanita tersebut.

Untuk membedakannya penari yang berperan sebagai wanita mengenakan kostum rok merah maroon dan atasan baju warna hitam. Sedangkan penari yang berperan sebagai pria memakai traincombo dipadukan dengan selendang merah.

5. Tari Pamonte

Terbilang ke dalam tarian tradisional yang cukup baru, tari pamonte mulai dikenal masyarakat sejak tahun 1957. Tarian ini diciptakan oleh putra daerah yang juga dikenal sebagai seniman besar, Hasan M. Bahasyua.

Pamonte diciptakan menurut cerita kebiasaan gadis Suku Kaili saat menyambut musim panen. Saat panen tiba gadis-gadis dari suku tersebut akan menari dengan lincah dibawah pimpinan Tadulako (pemimpin tari).

Pada umumnya tarian ini dibawakan secara berkelompok sebanyak 10 orang. Busana yang dikenakan adalah pakaian yang menyerupai petani. Dilengkapi properti bertani seperti caping dan toru. Gerakannya pun mengikuti kegiatan bertani seperti menumbuk dan menuai padi.

Nisalutfi
About Nisalutfi 113 Articles
"home is where the heart is"

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.