Tarian Sulawesi Barat yang Bercerita Tentang Ritual Kemenangan Perang

Tarian Sulawesi Barat
budaya-indonesia.org

Pernah mendengar tari ma’bundu dan tari bulu londong? Kedua tarian tersebut merupakan tarian Sulawesi Barat yang bercerita tentang kemenangan perang.

Dahulu di berbagai daerah di Sulawesi Barat terdapat tradisi merayakan kemenangan setelah berhasil memenggal kepala musuh di medan perang. Tradisi tersebut kini dijadikan sebagai warisan budaya dalam bentuk seni tari.


Ragam Tarian Adat dari Sulawesi Barat


Kira-kira ada tarian apa saja? Berikut ulasan singkatnya:

1. Tari Bamba Manurung

Mirip dengan tari kipas, tari bamba manurung dibawakan oleh penari wanita. Tarian yang molek dan cantik ini banyak ditampilkan di berbagai acara adat dan pernikahan.

Tari bamba manurung berasal dari daerah Mamuju, ibukota Sulawesi Barat. Dalam membawakannya para penari akan mengenakan kostum berupa pakaian adat Sulawesi Barat, baju badu. Selain itu untuk melengkapi kecantikan para penari disematkan juga aksesoris bunga beru-beru di bagian kepala.

Selain ditampilkan dalam acara adat, tari bamba manurung juga digunakan sebagai tarian pembuka sebuah festival. Tahun lalu, tepatnya pada tanggal 6 Oktober 2019 tarian ini tampil pada acara pembukaan Gorontalo Karnaval di Lapangan Taruna Remaja, Gorontalo.

2. Tari Bulu Londong

Keberadaan tarian ini hampir bahkan sempat punah dalam warisan budaya. Pasalnya tarian ini kehilangan fungsi yang awalnya sebagai tarian kemenangan setelah perang, kini sudah tidak dipergunakan lagi.

Untuk kembali melestarikan budaya tradisional, para pihak terkait kembali mengangkat tarian ini ke tengah masyarakat. Beralih fungsi, kini tari bulu londong dijadikan sebagai tari penyambutan berbagai acara dan sebagai pelengkap di acara adat Rambu Tuka’.

Sedikit cerita, dahulunya tarian yang dibawakan oleh sekumpulan pria ini terbilang sadis. Dibawakan dalam rangka mempersembahkan kemenangan kepada masyarakat dengan membawa bukti penggalan kepala musuh. Wah, bisa dibayangkan dong bagaimana rasanya menari sembari membawa kepala?

3. Tari Patuddu

Sejak dulu hingga sekarang tari patuddu masih berfungsi sama yaitu sebagai tarian penyambutan. Bedanya jika dulu tarian ini digunakan untuk menyambut kedatangan pasukan setelah berperang, kini tarian ini digunakan untuk menyambut tamu penting, seperti tamu kenegaraan.

Tari pattudu berasal dari daerah Mandar ini dibawakan oleh sekelompok gadis cantik dengan gerakan lemah gemulai. Sama dengan tari bamba manurung tarian ini juga menggunakan kipas sebagai properti. Dapat dikatakan jika tarian ini menggambarkan kecantikan perempuan Mandar.

Dahulunya tarian ini juga diiringi oleh tabuhan gendang dan gong yang dimainkan oleh penari putra. Selain itu penari putra juga membawa properti berupa tombak dan perisai layaknya seorang prajurit.

4. Tari Toerang Batu

Dahulunya tarian ini dibawakan oleh para prajurit yang hendak melenggang ke medan perang. Sebagai sebuah ritual yang digelar untuk meningkatkan keberanian para prajurit tersebut.

Tentu saja pada ritual ini dilakukan prosesi berdoa dan persembahan-persembahan khusus, seperti sesajen. Ada yang mengatakan sesaji pada ritual ini berupa telur ayam dan nasi ketan empat warna.

Dalam pergelarannya para prajurit akan membawa properti berupa tombak dan keris pusaka saat menari. Terdapat penari wanita juga loh dalam ritual ini, yang bertugas membawa mangkuk berisi bunga untuk ditaburkan pada prajurit pria.

5. Tari Ma’Bundu

Satu lagi tarian yang tergolong ke dalam tarian perang yaitu tari ma’bundu. Tarian ini berasal dari daerah Mamuju, lebih tepatnya tersohor di kalangan masyarakat Kecamatan Kalumpang dan Bonehau.

Tari ma’bundu juga merupakan tarian kemenangan setelah berhasil memenggal kepala musuh di medan perang. Sebagai bentuk perayaan maka dipentaskanlah tarian ini oleh prajurit sembari membawa ulu tau (kepala lawan yang berhasil dipenggalnya).

Kini tradisi tersebut sudah tidak dilakukan lagi dan tari ma’bundu dimasukkan ke dalam salah satu warisan budaya. Tari yang biasanya dibawakan oleh 10 orang ini sering dijadikan tarian sambutan dalam acara adat. Para penari memakai kostum adat kebesaran yang disebut BEI. Dilengkapi juga oleh beberapa perkakas perang, seperti tombak.

Nisalutfi
About Nisalutfi 92 Articles
"home is where the heart is"

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.