Tarian Daerah Sulawesi Selatan yang Sarat Akan Sejarah dan Makna

Tarian Daerah Sulawesi Selatan
blogkulo.com

Tarian Daerah Sulawesi Selatan – Tidak sempurna rasanya bila mengulas tentang kesenian daerah di Indonesia, jika melewatkan tanah kelahiran Zainudin (tokoh dalam hikayat “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”), Makassar. Salah satu kesenian daerah Makassar yang beragam yaitu tarian.


Sejarah Beberapa Tarian Daerah Sulawesi Selatan


Tarian daerah Sulawesi Selatan sangat unik dan beragam. Berikut beberapa tarian adat yang sarat akan makna dan cerita:

1. Tari Pattennung

eljohnnews.com

Tarian yang sempat viral pada tahun 2018 lalu ini berhasil memecahkan rekor MURI karena ditampilkan secara masal pada peringatan HUT Kabupaten Barru ke-58. Sebanyak 3.058 penari membawakan tarian pattennung pada pertengahan bulan Februari.

Pattennung adalah sebuah tari yang sarat akan makna. Menggambarkan ketekunan dan kesabaran wanita-wanita Toraja dalam menenun kumpulan benang menjadi sehelai kain tenun. Kegigihan tersebut menjadi sumber asal muasal tari ini dibuat.

Tarian ini harus dibawakan dengan mengenakan kostum adat Sulawesi Selatan. Berupa Bodo Panjang, Sarung (Lipaq Sabbe), Curak Lakba, dan lain sebagainya. Saat dibawakan kesenian ini diiringi oleh alat musik tradisional berupa suling dan gendang.

2. Tari Pakarena

Tarian Daerah Sulawesi Selatan
indonesiakaya.com

Tari Pakarena berasal dari daerah Goa, pertama kali muncul pada tahun 1903. Kala itu tari ini dibawakan sebagai hiburan acara pelantikan Panali Patta Raja sebagai Raja Gantarang Lalang Bata.

Dalam membawakan tari pakarena selalu diiringi oleh dua kepala gandrang dan sepasang instrumen alat musik yang disebut puik-puik atau suling.

Dengan memainkan kipas, tarian yang dibawakan oleh 4-7 orang wanita ini identik dengan karakter halus dan lembut.

Konon katanya asal muasal tari pakarena erat kaitannya dengan Tumanurung, bidadari yang turun dari langit dan bertugas untuk memberikan petunjuk kepada manusia. Sehingga tarian ini dikatakan sebagai cerminan etika perempuan di Makassar.

3. Tari Manimbong

gosulsel.com

Jika tari kipas dibawakan oleh para wanita, maka kali ini ada tari manimbong yang khusus dibawakan oleh kaum pria. Tarian ini hanya ditampilkan saat upacara adat Rambu Tuka’ di Tana Toraja. Upacara yang diadakan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Yang menjadi ciri khas dalam menampilkan tari ini adalah kostum para penari. Perlengkapan tari yang digunakan terdiri dari pakaian adat baju pokko’ dan baju seppa talu buku, selempang kain antik, parang kuno (la’bo’ penai), dan temeng bundar kecil dengan motif ukiran Toraja.

Tarian ini dibawakan secara berkelompok yang terdiri dari 20-30 orang pria. Diiringi oleh syair lagu tentang rasa syukur, para pria dewasa tersebut akan menari selama kurang lebih 7-10 menit sebagai ungkapan rasa syukur mereka.

4. Tari Ma’badong

Tarian Daerah Sulawesi Selatan
dictio.id

Salah satu tarian daerah Sulawesi Selatan yang bukan dijadikan sebagai tarian hiburan. Tarian ini merupakan bagian dari rangkaian acara upacara kematian yang dikenal dengan istilah Rambu Solo’.

Ma’badong merupakan ritual adat dengan aturan sangat baku yang berasal dari Tana Toraja. Jumlah penari harus lima orang tidak boleh kurang tidak boleh lebih. Syair dalam lagu sudah terstruktur dan tidak boleh dirubah.

Dalam peragaan tarian ini diiringi oleh lantunan syair oleh pemimpin Bading (pemimpipn tarian). Syair tersebut berisikan riwayat hidup orang yang sudah wafat sejak lahir hingga meninggal. Para penari mengikuti ritme syair dalam gerakan tariannya.

5. Tari Gandrang Bulo

youtube.com

“Gandrang” berarti tabuhan “Bulo” berarti bambu, jadi Gandrang Bulo adalah jenis tarian yang diiringi oleh tabuhan bambu dan juga gendang.

Mendengar namanya saja kita sudah bisa merasakan suasana keceriaan di dalamnya. Memang betul tarian ini dikenal sebagai simbol keceriaan masyarakat Makassar.

Seringkali disisipkan bumbu-bumbu humor setiap kali tarian ini ditampilkan. Terkadang juga diiringi oleh lagu jenaka dan dialog yang kritis namun dikemas dalam suasana tawa. Sungguh jika kamu melihat langsung hiburan tari gandrang bulo ini suasana hatimu akan ceria seketika.

Beberapa informasi menyebutkan tarian ini awal mulanya merupakan hiburan masyarakat yang menjadi buruh kerja paksa pada masa penjajahan Jepang.

Di sela-sela istirahat para buruh ini menghibur diri mereka dengan menyanyikan lagu-lagu jenaka sembari menari-nari lucu menirukan gerakan tentara Jepang.

Keyword: Tarian Daerah Sulawesi Selatan

Nisalutfi
About Nisalutfi 144 Articles
"home is where the heart is"

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.