Tari Payung | Representatif Seni Kebudayaan dari Minangkabau

Tari Payung
pinterest.com

Tari Payung – Minangkabau merupakan suku asli yang ada di provinsi Sumatera Barat. Daerah yang sangat kaya akan kebudayaan tradisional, salah satunya adalah seni tarinya.

Seni tari yang berasal dari ranah Minangkabau memiliki ciri-ciri gerak yang lemah lembut sehingga tarian dari Minangkabau sering diibaratkan dengan “gerak siganjua lalai, pado suruik maju nan labiah, alu tataruang patah tigo, samuik tapijak indak mati.”

Artinya adalah “pada surut maju yang lebih, alu tertarung patah tiga, semut terpijak tidak mati”.

Tari payung merupakan salah satu tarian yang berasal dari daerah Minangkabau dan sudah berkembang di tengah masyarakat dalam jangka waktu yang cukup lama. Seperti ciri khas tarian Minangkabau lainnya, tarian ini juga memiliki gerak yang lemah lembut.

Bagi masyarakat Minang, tari payung merupakan representatif dari kebudayaan seni tari Minangkabau. Sehingga dapat dikatakan seorang wisatawan belum merasakan menyaksikan pementasan tarian Minangkabau sebelum melihat tari yang satu ini.

Agar dapat mengenal tari payung lebih dalam lagi, simak ulasan singkat berikut ini.


Sejarah Tari Payung


medan.tribunnews.com

Menurut sejarah, tari payung diciptakan oleh seorang wanita yang bernama Sitti Agam. Saat ditata oleh Sitti Agam, tarian ini menggunakan properti utama berupa payung dan menggunakan tema pergaulan pada tarian ini.

Karena mengusung tema pergaulan yang berbentuk naratif, maka penari yang membawakan tarian ini adalah para muda-mudi. Tarian ini menceritakan mengenai sekelompok muda-mudi yang bertamasya ke Sungai Tanang yang merupakan salah satu tempat wisata pemandian yang terletak di Bukittinggi.


Karakteristik Tari Payung


Penari Tari Payung

Pada awal mula terciptanya, tarian ini hanya dibawakan oleh penari perempuan dimulai dari penari adegan perempuan, penari laki-laki, dan pemusik seluruhnya diperankan oleh penari perempuan.

Hal ini karena tari payung merupakan kesenian yang diciptakan di daerah perkotaan, dan perempuan pada masa itu diperbolehkan melakukan kesenian.

Ditambah lagi masyarakat-masyarakat nagari sangat kental dengan aturan-aturan yang tidak memperbolehkan perempuan menari di Minangkabau, kemudian muncullah Sitti Agam sebagai pelopor penari perempuan yang menari di atas pentas. Meskipun demikian, Sitti Agam tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan.

Pada tahun 2000-an (abad ke-20), barulah tarian ini bisa dibawakan oleh penari laki-laki dan perempuan yang dilakukan secara berpasang-pasangan. Pada tahun ini juga tarian ini sudah mulai diperkenalkan ke tingkat nasional dan internasional.

Tarian ini dibawakan secara berpasangan dengan jumlah penari harus genap dan terdiri dari tiga pasang penari. Berdasarkan jumlah penari tersebut, terdapat 5 jenis desain kelompok tarian, yaitu unison (serempat), balanced (berimbang), broken (terpecah), alternate (selang-seling), dan canon (bergantian).

Ragam Gerak Tari Payung

Karena merupakan tari pergaulan, maka gerakan-gerakan tarian ini termasuk gerakan ringan dan tidak memiliki aturan-aturan yang sulit. Karena berasal dari Minangkabau dimana di dalamnya terdapat multi etnis, maka gerakan-gerakan dipengaruhi oleh dua jenis gaya yaitu gaya tari Minangkabau dan gaya Melayu.

Ciri khas dari gaya gerak tari Minangkabau adalah terdapat gerakan pencak silat yang dilakukan oleh penari laki-laki. Sedangkan gaya tari Melayu dapat terlihat dari gerakan-gerakan lenggang, lenggok dan joget.

Hal ini dapat disimpulkan bahwa gerakan pada tari payung tidaklah terlalu sulit, lemah lembut, gampang ditiru tetapi tetap memiliki ciri khas dan dinamis.

Busana dan Tata Rias

Penari tari payung haruslah menggunakan pakaian yang nyaman dan sopan, biasanya kostum yang digunakan yaitu pakaian melayu.

Penari perempuan menggunakan kebaya beserta songketnya, kemudian rambut penari disanggul dengan menggunakan sunting. Sementara, penari laki-laki menggunakan pakaian teluk belanga dengan kerah berbentuk cekak musang dan dilengkapi dengan celana panjang, peci hitam, dan kain kesamping.


Nah, itulah beberapa uraian mengenai tarian yang menjadi representatif seni tari dari Minangkabau Sumatera Barat. Semoga dengan mengetahui seluk beluk tarian ini membuat kita lebih mencintai kebudayaan lokal kita ya.

Nisalutfi
About Nisalutfi 142 Articles
"home is where the heart is"

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.