Pakaian Adat Sulawesi Selatan Beserta Gambar dan Penjelasan

Pakaian adat Sulawesi Selatan dikenal dengan sebutan baju bodo. Baju bodo merupakan baju asli milik Suku Bugis, Makasar yang berada di Sulawesi Selatan. Bodo dalam bahasa Bugis juga berarti pendek. Dinamakan bodo karena bagian lengan dari pakaian adat Sulawesi Selatan ini pendek.


Pakaian Adat Sulawesi Selatan


Provinsi Sulawesi Selatan memiliki Ibukota bernama Makassar. Ibu kota Provinsinya terletak di 0°12′ – 8° Lintang Selatan dan 116°48′ – 122°36′ Bujur Timur. Luas wilayahnya 45.764,53 km². Provinsi Sulawesi Selatan dihuni oleh penduduk dari beberapa etnis atau suku, yaitu Bugis (41,9%), Makassar (25,43%), Toraja (9,02%), Mandar (6,1%) dan sisanya merupakan suku adat Duri, Pattinjo, Bone, Maiwa, Endekan, Pattae, Kajang/Konjo serta penduduk pendatang dari pulau lain di Indonesia.

Di Sulawesi Selatan, Suku Bugis dan Makasar banyak mendiami daerah Kabupaten Takalar, Jenepoto, Bantaeng, Pangkajene, Maros, Gowa, dan Kepulauan Selayar. Dalam perjalanannya suku Makasar, Suku Bugis, dan Suku Mandar memiliki kebuyayaan yang hampir mirip terutama dalam hal pakaian adat.

Pakaian Adat Wanita Sulawesi Selatan

Sebenarnya baju bodo khas Suku Bugis , Makasar merupakan busana adat untuk para wanitanya. Baju ini berbentuk segi empat dengan lengan yang pendek. Bawahannya mereka menggunakan sarung yang berbahan dasar kain sutra dengan corak kotak-kotak.

pakaian adat sulawesi selatan
image source: annisa-rafika.blogspot.com

Bawahan baju bodo ini dinamakan juga lipa sa’be yang cara penggunaannya cukup unik. Cara memakai lipa sa’be adalah dengan menyampirkan salah satu bagian ujung sarung tersebut ke tangan. Meskipun terlihat sedikit merepotkan, tapi bawahan ini semakin memperindah penampilan pemakainya.

Berbagai aksesoris juga digunakan oleh wanita bugis untuk mempercatik penampilan. Beberapa aksesoris tambahan yang dipakai bersama pakaian adat ini, diantaranya ada kalung panjang, gelang panjang, anting, serta bando kembang goyang maupun tusuk konde sebagai hiasan kepala.

Seiring berjalannya waktu pengaruh agama Islam yang kental di Sulawesi Selatan terutama Makasar, membuat baju bodo mengalami perubahan. Bantuk baju bodo yang semula pendek akhirnya menyesuaikan syariat Islam.

Pakaian ini lebih dikenal dengan nama baju la’bu. Dimana bentuk dari la’bu ini mirip dengan baju bodo hanya saja bahan yang digunakan lebih tebal. Tak hanya itu, potongannya pun lebih longgar dengan panjang baju yang mencapai lutut. Busana ini ada yang dibuat berlengan pendek kemudian disambung dengan manset dan adapula yang dibuat berlengan panjang.

pakaian adat sulawesi selatan

Wanita bugis yang berhijab biasa mengenakan baju ini saat acara-acara tertentu, misalnya saja pernikahan. Mereka juga mengenakan hijab sebagai penutup kepala. Tentu ditambah aksesoris berupa gelang dan kalung.

Pakaian Adat Pria Sulawesi Selatan

Sementara pria Makasar memiliki kelengkapan pakaian adat berupa baju, celana atau paroci, kain sarung atau lipa’ garusu’, serta tutup kepala atau passapu. Pria Makasar memakai baju yang potongannya mirip dengan jas tertutup dan baju lainnya yang dinamakan baju belah dada atau bella dada. 

pakaian adat sulawesi selatan

 

Jas yang mereka gunakan sering disebut dengan jas tutu’. Umumnya bahan dasar jas ini cukup tebal dan berwarna gelap, seperti warna hitam, biru dongker, maupun coklat. Jasnya berlengan panjang dengan leher berkerah, saku pada kanan dan kiri baju. Di bagian kanan dan kiri lengan baju jas terdapat kancing yang terbuat dari bahan emas maupun perak.

pakaian adat sulawesi selatan
image source: budaya-indonesia.org

Selain jas tutu, pria Makasar juga memiliki busana adat lainnya, yakni baju bella’. Bahan dasarnya lebih tipis dari bahan untuk membuat jas tutu’. Kain yang digunakan adalah kain lipa’ sa’be atau lipa garusu’ pollos dengan warna cerah. Warna hijau atau kuning sering dipilih untuk membuat pakaian ini.

pakaian adat sulawesi selatan
image source: shopee

Khusus untuk tutup kepala pria, bahan yang digunakan biasanya terbuat dari kain pasapu. Bahan dasar pembuat kain pasapu adalah serat daun lontar yang dianyam. Tutup kepala yang berhiaskan benag emas disebut dengan mbiring, sedangkan yang tidak berhias benang emas disebut dengan pasapu guru.

Baca Juga: Pakaian Adat Gorontalo

 

Keyword: Pakaian Adat Sulawesi Selatan

Sara Apriana
About Sara Apriana 444 Articles
Lawan dari kaya adalah cukup, bukan miskin. Jadi sebetulnya ketika Allah menciptakan kita, rizki kita cukup, tidak ada yang miskin. Yang menjadikan kita miskin itu perasaan kita yang tidak pernah cukup. "dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberi kecukupan". (QS. An-Najm : 48) ~ Ust. Adi Hidayat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.