Pakaian Adat Sulawesi Barat Lengkap Beserta Maknanya

Pakaian adat Sulawesi Barat berasal dari pakaian tradisional beberapa suku yang mendiami wilayah Sulbar. Penduduk provinsi Sulawesi Barat memang beragam dengan berbagai etnis atau suku bangsa. Empat suku bangsa yang mendiami wilayah ini, yakni Suku Mandar, Suku Bugis, Suku Toraja, dan Suku Makassar.


Pakaian Adat Sulawesi Barat


Suku bangsa yang paling mendominasi etnisitas penduduk Sulawesi Barat adalah Suku Mandar. 50% dari total jumlah penduduknya memang berasal dari Suku Mandar. Oleh karena itu, tak heran bila baju adat dari Suku Mandar merupakan salah satu baju tradisional daerah Sulawesi Barat.

Pakaian untuk wanita suku Mandar terdiri dari atasan semacam blouse lengan pendek serta bawahan kain sarung. Blouse yang dipakai dimasukkan ke dalam saring yang dililitkan. Perhiasan yang dipakai untuk melengkapi busana ini adalah gelang panjang khas yang panjangnya menutupi hampir seluruh bagian lengan bawah. Ditambah kalung dan hiasan rambut yang berwarna emas.

Pakaian Adat Sulawesi Barat

Prianya memakai pakaian yang terdiri atas baju dengan kerah tinggi dan lengan panjang dipadu dengan celana panjang berwarna sama. Di bagian pinggangnya dililitkan sarung sepanjang lutut yang bahan dan coraknya sama dengan sarung yang dikenakan wanitanya. Bagian kepala mereka menggunakan pelengkap berupa kopiah.

Pakaian Adat Sulawesi Barat

Masyarakat Suku Mandar menyebut pakaian tradisional mereka dengan sebutan pattuqduq towaine. Pemakaian baju adat ini biasanya dikenakan saat ada acara-acara adat maupun acara kesenian, misalnya saja upacara pernihakan dan tari-tarian.

Pada umumnya, para wanita di provinsi ini memang memakai semacam blouse lengan pendek dipadukan dengan rok panjang. Busana mereka dilengkapi dengan kain yang menutupi dada, pundak dan punggung bagian atas. Untuk perhiasannya mereka memakai ikat pinggang, gelang tangan, serta anting-anting berwarna emas.

Sementara para prianya memakai baju berlengan panjang yang memiliki warna senada dengan wanitanya. Bagian bahunya diselempangkan kain bermotif dengan benang emas. Serta bawahan berupa celana panjang dengaan kain sepanjang lutut.

Baju untuk Acara Kesenian

Sulawesi Barat memiliki beragam pakaian adat yang fungsinya berbeda satu dengan yang lain. Selain baju adat diatas ada beberapa baju adat khas Sulbar lainnya yang biasa digunakan saat acara seni.

pakaian adat sulawesi barat
image source: seringjalan.com

Baju Badu merupakan salah satu pakaian adat Sulawesi Barat yang biasa digunakan untuk tari-tarian. Busana ini memiliki hiasan bungan beru-beru atau yang lebih kita kenal dengan nama bunga melati.sering sekali baju ini dikanakan pada saat pertunjukan seni Tari Bamba Manurung.

image source: dictio.id

Ada juga baju kebesaran Bei, yakni pakaian adat Sulawesi Barat yang memiliki hiasan berupa ukiran kerang kecil. Saat mengenakai pakaian adat ini sering dipadukan dengan topi yang berbentuk tanduk. Selain itu, pakaian adat ini sering digunakan dalam pertunjukan seni Tari Ma’bundu.

Selanjutnya ada baju adat Mamasa yang biasa dikenalan saat pertunjukan seni Tari Bulu Londong. Bahan untuk membuat pakaian adat ini berasal dari bulu burung sehingga baju ini tampak unik sekali. Ditambah lagi aksesori atau kelengkapan pakaian ini menjadikannya semakin unik dan berciri khas. Beberapa kelengkapan pakaian ini, antara lain ada tombak, pedang, terompet, dan lainnya.

Pakaian Adat Mamasa Sulawesi Barat

Dalam penggunaannya pakaian adat Mamasa sangat berkaitan dengan stratifikasi sosial yang ada di Masyarakat. Bagi masyarakat Mamasa, keberadaan pakaian adat selaian sebagai penutup badan juga memiliki makna dan filosofi tersendiri.

Busana adat mamasa dibedakan dalam dua jenis, yakni pakaian adat yang digunakan oleh para kaum bangsawan (tana’ bulawan) dan pakaian adat yang digunakan oleh masyarakat umum. Para tokoh adat yang ada di Mamasa biasanya memakai bayu pongko’, bayu kalonda, dan talana tallu buku (celana khas Mamasa) yang merupakan simbol pakaian kebesaran.

pakaian adat sulawesi barat
image source: twitter.com

Selain itu, warna putih juga menjadi salah satu unsur pembeda dari kedua jenis pakaian yang ada di Mamasa. Demikian pula dengan aksesori-aksesori yang mereka gunakan. Tak hanya berfungsi sebagai pelengkap penampilan, tapi juga terdapat makna simbolik yang penting bagi asyarakat Mamasa. Sebut saja pare passa (kalung), gayang (keris), dan gelang (rara maupun lola) yang menjadi simbol kekayaan pemakainya.

Baca juga: Pakaian Adat Jawa Barat

 

Keyword: Pakaian Adat Sulawesi Barat

Sara Apriana
About Sara Apriana 454 Articles
Lawan dari kaya adalah cukup, bukan miskin. Jadi sebetulnya ketika Allah menciptakan kita, rizki kita cukup, tidak ada yang miskin. Yang menjadikan kita miskin itu perasaan kita yang tidak pernah cukup. "dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberi kecukupan". (QS. An-Najm : 48) ~ Ust. Adi Hidayat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.