Pakaian Adat Riau Lengkap Gambar dan Maknanya

Pakaian adat Riau dikenal sebagai pakaian adat Melayu Riau, hal ini dikarenakan masyarakat Riau memang kebanyakan adalah orang suku Melayu. Ada beberapa macam dari pakaian adat Melayu yang ada di Riau tergantung daerah asalahnya.


Pakaian Adat Riau


Pakaian adat Melayu Riau yang menjadi baju tradisional masyarakat Riau berbeda-beda tergantung daerahnya. Ada baju adat Melayu Siak, baju adat Melayu Indragiri, Baju adat Melayu Bengkalis, maupun baju adat Melayu Kampar. Meski berbeda, secara garis besar bentuk pakaiannya hampir sama satu dengan yang lain.

Baju adat Melayu Riau ini memiliki berbagai macam jenis, seperti baju kurung laboh, baju cekak musang, baju teluk belanga, baju kurung tulang belut, dan baju kebaya pendek. Fungsi dan pemakaian masing-masing baju tersebut berbeda-beda.

Pakaian Pria Riau

Terdapat dua jenis pakaian sehari-hari yang dikenakan oleh pria Melayu. Pertama adalah baju teluk belanga. Dan kedua adalah cekak musang. Teluk belanga merupakan pakaian longgar tanpa kerah. Baju ini hanya memiliki satu kancing atau butang baju.

pakaian adat riau
image source: twitter.com

Berbeda dengan teluk belanga, kalau untuk baju cekak musang kerahnya tinggi. Biasanya ada lima butang baju atau kancing pada pakaian jenis ini. Dua buah pada kerah tegak, sedangkan tiga lainnya pada bagian dada baju cekak musang.

Sebagai bawahan para pria memakai celana yang ditutupi dengan kain sarung. Sarung yang dililitkan di pinggang tersebut dinamakan kain sampin. Panjang kain sampin disesuaikan dengan usia serta kedudukan si pemakai.

Bagi pemuda yang belum menikah, panjang kain sarungnya berada diatas lutut. Sementara untuk lelaki yang sudah menikah panjang sarungnya persis sebatas lutut. Pria yang berkedudukan tinggi dan terpandang, panjang kain sampinnya adalah satu telempap (telapak tangan) di bawah lutut. Sedangkan untuk pemuka agama, panjang kainnya adalah dua telempap atau sejengkal di bawah lutut.

Pada bagian kepala mereka, para pria memakai tanjak. Tanjak ini juga terdapat berbagai macam, sebut saja tanjak elang melayang, tanjak ikat laksmana, dan tanjak menyongsong angin. Warna dan cara mengenakan tanjak juga amat bervariasi.

pakaian adat riau
image source: riau1.com

Busana Wanita Riau

Para wanita Melayu Riau untuk sehari-hari mengenakan baju kurung dengan sarung atau kain sebagai bawahannya. Cara memasang kainnya pun berbeda-beda, tergantung status perkawinan si wanita. Untuk mereka yang masih gadis atau belum menikah, muka kain ditempatkan pada bagian depan.

Bagi perempuan yang sudah menikah dan masih memiliki suami, maka muka kain diletakkan di bagian belakang. Bagi para perempuan yang menjadi istri patut-patut atau orang yang terkemuka, bagian muka kain diletakkan sebelah kanan. Sedangkan perempuan yang telah menjanda, muka kainnya diletakkan di sebelah kiri.

Busana Pengantin

femmylollyasriwijaya.blogspot.com

Pengantin laki-laki Riau memakai celana dan baju berlengan panjang dengan bagian leher cekak musang. Mereka juga memakai mahkota yang disebut dengan desto serta hiasan bunga di bagian belakangnya dan disebut tajuk mayang mengurai. Tak lupa mreka juga menggunakan kalung bersusun tiga serta kain tanjak sebatas lutut yang umumnya bermotif banji siku kaluang.

Pengantin wanitanya berkain songket merah dengan kebaya panjang atau kebaya labuh yang juga terbuat dari songket merah. Diatas kepala mereka juga mengenakan penutup dari kain beledu hitam yang bertabur manik serta kembang goyang dan sunting. Ada tiga buah kalung bunga matahari dan kalung lintin naga yang mereka pakai. Semua terbuat dari emas, begitu juga dengan gelang tangannya.

Kain tenun atau songket dari daerah Riau yang terkenal adalah tenun Siak dengan motif siku keluang. Tenun Siak yang asli menggunakan kain berbahan sutra dan benang berwarna emas. Warna merahnya berasal dari buah kesumba.

Seiring berkembangnya zaman, pembuatan kain Siak juga mengalami banyak perbahan. Sutra yang awalnya merupakan bahan dasar kain, kini tergantikan dengan bahan katun dan benang emas. Warna dasarnya adalah warna nila dengan hiasan berupa motif bunga panah.

 

 

 

 

Baca juga : Pakaian adat jawa barat

 

Keyword: Pakaian Adat Riau Lengkap

Sara Apriana
About Sara Apriana 444 Articles
Lawan dari kaya adalah cukup, bukan miskin. Jadi sebetulnya ketika Allah menciptakan kita, rizki kita cukup, tidak ada yang miskin. Yang menjadikan kita miskin itu perasaan kita yang tidak pernah cukup. "dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberi kecukupan". (QS. An-Najm : 48) ~ Ust. Adi Hidayat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.