Pakaian Adat Papua Lengkap Gambar dan Penjelasannya

pakaian adat papua

Pakaian adat Papua cukup unik dan berbeda dengan kebanyakan daerah di Indonesia. Papua merupakan provinsi dengan wilayah terluas di Indonesia. Letaknya berada di tengah Pulau Papua atau bagian timur dari wilayah Papua yang menjadi milik Indonesia. Bagian timur dari provinsi ini berbatasan langsung dengan Papua Nugini.


Pakaian Adat Papua


Masyarakat Papua terdiri dari beberapa suku bangsa. Beberapa suku bangsa yang mendiami wilayah papua, diantaranya ada Suku Asmat, Suku Dani, dan Suku Mee. Suku Asmat dan Suku Dani merupakan dua suku besar yang mendiami wilayah Papua dan Papua Barat. Kedua suku tersebut memiliki baju tradisional khasnya masing-masing.

Semua baju tradisional dari masing-masing suku menjadi pakaian adat Papua yang perlu kita lestarikan. Berikut ini beberapa pakaian adat Papua dari beberapa suku disana:

Baju Adat Suku Asmat, Papua

Laki-laki dan perempuan suku Asmat memiliki baju adat yang terlihat mirip. Perbedannya terletak pada wanitanya yang menggunakan penutup dada. Secara keseluruhan, baju yang mereka kenakan terbuat dari rumbai-rumbai daun sagu. Penutup kepala juga terbuat dari anyaman daunsagu yang berhiaskan bulu burung kasuari.

Burung Kasuari yang melambangkan Pulau Papua juga merupakan burung endemik khas pulau paling timur Indonesia ini. Sebagai burung endemik Papua tak heran bila suku-suku disana memakai bulu burung ini sebagai pakaian adat yang berhubungan dengan tradisi mereka.

Orang Asmat juga melengkapi penampilan mereka dengan berbagai aksesori. Ada hiasan hidung yang dikenakan oleh para pria sebagai lambang kejantanan. Lalu ada hiasan telinga yang terbuat dari bulu burung kasuari. Dimana anting ini digunakan saat berburu.

pakaian adat papua

Rok wanita yang terbuat dari rumbai daun sagu dihiasi oleh kulit kerang. Kalung yang juga terbuat dari kulit kerang serta taring babi dikenakan oleh pria dan wanita, dan kalung dari gigi anjing yang dikenakan oleh para pria.

Baju Adat  Suku Dani

Berbeda dengan Suku Asmat, suku dani membedakan pakaian adat mereka antara pria dan wanitanya. Para pria suku Dani mengenakan koteka, penutup kepala, hiasan hidung, serta kalung. Koteka sendiri merupakan pakaian yang ddigunakan untuk menutupi alat kelamin pria.

pakaian adat papua
image source: minews.id

Koteka memiliki arti pakaian. Bahannya terbuat dari labu air yang sudah tua. Isi labu air kemudian dikeluarkan lalu kulitnya dikeringkan dengan cara dijemur. Setelah itu baru bisa dibentuk menjadi sebuh koteka atau holim (horim).

Bentuk koteka cukup beragam, koteka yang panjang dengan penuh hiasan biasanya dipakai saat upacara adat. Namun, seiring berkembangnya zaman koteka tidak lagi digunakan untuk pakaian sehari-hari dan bahkan hanya ditemui sebagai cenderamata khas Papua saja.

pakaian adat papua

Para wanita suku Dani memakai rok yang terbuat dari rumput atau serat pais. Rok ini sering disebut dengan Sali. Mereka juga mengenakan tas noken yang terbuat dari anyaman tali. Biasanya para wanita Dani, memakai noken dikepala mereka dengan cara mengaitkan tali tas ke dahi dan menyelempangkannya ke belakang punggung.

pakaian adat papua
image source: batasnegeri.com

Tas noken ini biasa mereka bawa kemana-mana untuk membawa barang-barang keperluan mereka. Noken tak hanya sebagai aksesoris pakaian adat saja, tapi memang sudah menjadi khas wanita Papua untuk membawa noken kemana-mana. Mereka membawa keperluan sehari-hari mereka didalam tas noken.

Baju Tradisional Suku Mee, Papua

Moge merupakan pakaian adat Papua untuk wanita Suku Mee. Moge terbuat dari kulit kayu yang dibuat dengan cara tradisional. Kulit kayu di lemaskan dengan cara dipukul-pukul. Setelah itu kulit kayu dibasahi atau dicuci dengan air lalu dijemur dibawah terik matahari.

Proses memukul-mukul kulit kayu dilakukan secara berulang-ulang hingga kulit kayu menjadi fleksibel. Biasanya proses memukul-mukul ini dilakukan di sungai sehingga langssung terbilas air. Setelah kering sehabis dijemur, barulah bahan kulit kayu ini bisa diolah.

pakaian adat papua
image source: jubi.co.id

Wanita suku Mee biasa memintal kemudian menganya atau membentuk kulit kayu menjadi sebuah rok. Baju tradisional ini mengandung makna yang penting bagi leluhur mereka. Sekarang ini, moge lebih sering digunakan pada saat pesta adat maupun saat melakukan tarian adat.

 

 

Keyword: Pakaian Adat Papua
Sara Apriana
About Sara Apriana 455 Articles
Lawan dari kaya adalah cukup, bukan miskin. Jadi sebetulnya ketika Allah menciptakan kita, rizki kita cukup, tidak ada yang miskin. Yang menjadikan kita miskin itu perasaan kita yang tidak pernah cukup. "dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberi kecukupan". (QS. An-Najm : 48) ~ Ust. Adi Hidayat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.