Pakaian Adat kalimantan Selatan Beserta Gambar dan Maknanya

pakaian adat kalimantan selatan

Pakaian adat Kalimantan Selatan berasal dari kebudayaan suku-suku yang mendiami wilayah Kalsel. Suku yang paling dominan di Kalimantan selatan adalah Suku Banjar diikuti dengan Suku Bukit Hulu Banyu.


Pakaian Adat Kalimantan Selatan


Kedua suku bangsa yang menempati wilayah Kalimantan Selatan tersebut memperkaya kebudayaan daerah ini termasuk juga pakaian adatnya. Kebanyakan penduduk di Kalimantan Selatan menyebut diri mereka sebagai orang Banjar.

Baju Adat Suku Banjar

Pakaian adat khas suku Banjar memiliki kemiripan dengan pakaian orang Melayu. Hal ini disebabkan masyarakat Banjar banyak dipengaruhi oleh kehidupan Masyarakat Melayu, termasuk juga cara berpakaiannya. Tak heran bila pakaian mereka terdapat kemiripan.

Baju dari Suku Banjar yang kini sering dianggap sebagai salah satu pakaian adat Kalimantan selatan sebenarnya merupakan baju untuk keperluan upacara adat. Sekarang baju tersebut justru beralih fungsi menjadi baju pengantin setiap ada upacara pernikahan dengan tema adat Banjar.

pakaian adat kalimantan selatan

Suku Banjar sendiri sebenarnya memiliki 4 jenis baju adat yang biasanya dipakai untuk upacara perkawinan. Keempat busana pengantin tersebut, diantaranya ada pengantin babaju kun galung pacinan, pangantin baamar galung pancar matahari, pangantin bagajah gamuling baular lulut, dan pangantin babaju kubaya panjang.

pakaian adat kalimantan selatan

Pangantin bagajah gamuling baular lulut merupakan baju yang modelnya dipengaruhi oleh budaya Hindu zaman dulu. Sementara pengantin baamar galung pancar matahari dipengaruhi oleh budaya hindu Jawa menjelang masuknya Islam. Seperti namanya, Babaju kun galung pacinan merupakan pakaian perpaduan antara nuansa Timur tengah dan Cina.

pakaian adat kalimantan selatan

Pengantin babaju kubaya panjang merupakan baju yang paling banyak dipakai untuk pernikahan orang Banjar. Busana ini kental dengan nuansa Islami khas Melayu. Busana yang dimaksud kental dengan nuansa Islami atau mirip baju Melayu untuk laki-laki terdiri dari laung tajak siak (semacam ikat kepala), jam raskop, baju jas tutup model cekak musang atau telung belanga, sabuk atau sarung, dan salawar.

image source: bp-guide.id (babaju kubaya panjang)

Sementara kaum wanitanya memakai baju kurung basisit, hiasan leher pucuk rabung dengan sulaman air guci, tapih air guci, kakamban (semacam kudung), dan bogam sebagai hiasan kepala. Selain itu, busana ini juga dilengkapi dengan beberapa aksesoris, seperti anting-anting baruntai, ronce melati, samban, galang karuncung, dan cincin litring. Baik wanita maupun pria sama-sama memakai alas kaki berupa selop.

Baju Adat Suku Bukit Bulu Banyu

Disisi lain ada Suku Bukit Bulu Banyu yang juga sama-sama menempati wilayah Kalimantan Selatan. Sebenarnya suku Bukit Hulu Banyu memiliki baju adat yang tidak jauh berbeda dengan baju adat Banjar. Hanya saja pemakaian dan warna saja yang berbeda.

Pria Suku ini juga sama-sama memakai laung, bahkan banyak bahan-bahan pakaian yang mereka beli dari orang Suku Banjar. Para pria suku ini juga sudah lama mengenal baju palimbangan, kopiah hitam, dan tapih Samarinda yang mereka sebut tapih tajung.

Saat ada upacara adat biasanya para pria suku Bukit memakai kelengkapan pakaian adat berupa laung, baju, babat (ikat pinggang), tapih tajung, dan salawar (selana). Biasanya pakaian ini digunakan saat babalian pada upacara aruh bawanang oleh pemimpin upacara. Setelan busana ini disebut dengan baju barapak kima.

Wanita suku Bukit juga sudah lama mengenal baju kubaya dan tapih bakurung. Mereka juga memadukan kubaya barenda dengan tapih bahalai basapit. Dimana kedua padu padan ini juga banyak dipakai oleh orang Suku Banjar.

Saat ada upacara aruh bawanang, para wanita menggunakan baju kubaya yang mereka sebut sebagai baju siam. Bentuk baju kebaya ini mirip kebaya kartini biasa dan bukan kutubaru. Sebagai pasangan kubaya mereka mengenakan tapih, baik tapih kurung maupun kain panjang.

Sebagaimana baju kubaya, tapih yang digunakan saat upacara aruh bawanang harus lah baru. Tak hanya itu, dalam mengikuti upacara ini, kaum wanita juga mengenakan selendang yang disebut saludung atau luludung. Umumnya selendang ini terbuat dari bahan-bahan yang tipis nan lembut, seperti sutra.

 

 

Keyword: Pakaian Adat kalimantan Selatan

Sara Apriana
About Sara Apriana 478 Articles
Lawan dari kaya adalah cukup, bukan miskin. Jadi sebetulnya ketika Allah menciptakan kita, rizki kita cukup, tidak ada yang miskin. Yang menjadikan kita miskin itu perasaan kita yang tidak pernah cukup. "dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberi kecukupan". (QS. An-Najm : 48) ~ Ust. Adi Hidayat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.