Unsur-Unsur Sejarah | sebagai Pondasi Terbentuknya Sejarah Itu Sendiri

Unsur-Unsur Sejarah | sebagai Pondasi Terbentuknya Sejarah Itu Sendiri
borobudurnews.com

Sejarah adalah suatu peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Selain itu unsur-unsur sejarah juga memiliki ciri-ciri yang unik yaitu hanya terjadi satu kali, abadi (telah terjadi dan tidak bisa diubah), dan penting (memberi pengaruh besar bagi manusia).

Selain itu, sejarah juga memiliki unsur-unsur yang membentuk terjadinya sebuah peristiwa bersejarah. Ketertarikan yang sangat erat antar satu unsur sejarah dan unsur lainnya tidak dapat dipisahkan, sehingga membentuk karakter sejarah itu sendiri. Bila salah satu unsur sejarah hilang, maka hal tersebut tidak bisa disebut dengan sejarah.

Sejarah memberikan sebuah pengalaman yang luas mengenai kehidupan manusia pada tempat dan waktu yang berbeda-beda.

Pada sisi lain sejarah juga termasuk ke dalam salah satu ilmu sosial. Karena sejarah berbicara tentang masyarakat manusia dalam perspektif waktu.


Pembahasan Mengenai Unsur-Unsur Sejarah


abiummi.com

Sejarah juga berbicara tentang masalah-masalah yang telah dihadapi oleh masyarakat dalam interaksi mereka satu sama lain, dan bagaimana mereka telah berhasil atau gagal dalam menghadapi dan mengatasinya.

Terbentuknya sejarah ditentukan oleh-oleh unsur-unsur tertentu. Unsur tersebut harus ada sehingga kejadian tersebut bisa dikatakan sebagai sejarah.

Unsur sejarah terbagi menjadi 3 jenis yaitu manusia, ruang dan waktu. Berikut adalah penjelasan lengkapnya dari beberapa unsur-unsur sejarah.

1. Manusia

Unsur sejarah yang paling penting dan utama adalah manusia. Dalam membangun sebuah sejarah, manusia memiliki peranan penting sebagai subjek dan objek.

Jika dalam sejarah tidak terdapat unsur manusia, maka hal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai sejarah.

Karena manusia lah yang terlibat dalam sejarah, manusia juga yang menceritakan dan menuliskan kembali peristiwa sejarah.

Manusia sebagai subjek berperan untuk menceritakan atau menulis kembali peristiwa sejarah, sedangkan manusia sebagai objek adalah manusia yang terlibat atau diceritakan dalam peristiwa sejarah.

2. Ruang

Unsur sejarah kedua adalah ruang. Selain manusia, dalam sejarah ruang juga memiliki peranan yang cukup penting, karena dalam sejarah pasti terdapat tempat/ ruang terjadinya hal tersebut.

Ruang merupakan tempat terjadinya sebuah sejarah yang dapat bersifat luas ataupun sempit

3. Waktu

Peranan waktu dalam sejarah sangatlah penting, yaitu sebagai rekam jejak kapan peristiwa tersebut terjadi. Dengan waktu kita dapat mengetahui kapan kapan suatu peristiwa sejarah itu berlangsung.

Waktu sangat berkaitan dengan aktifitas manusia, karena segala aktifitas yang dilakukan oleh manusia pasti dibatasi oleh waktu.


Ciri-Ciri Sejarah


kopi.ireng.com

Secara umum, ciri-ciri sejarah dibagi menjadi tiga yaitu unik, abadi, dan memiliki pengaruh. Berikut masing-masing penjelasannya.

• Unik

Ciri-ciri sejarah yang paling utama adalah unik atau einmaleg, yang berarti sejarah hanya terjadi satu kali dan tidak dapat terulang kembali.

Jika di masa mendatang mungkin terjadi peristiwa yang mirip, pasti akan terdapat beberapa perbedaan dan tidak sama persis dengan peristiwa sebelumnya. Karena itulah ciri-ciri sejarah itu unik dan hanya terjadi satu kali saja.

• Abadi

Ciri-ciri sejarah selanjutnya adalah abadi, yang berarti peristiwa sejarah tidak akan berubah dan akan tetap dikenang sepanjang masa. Karena itulah sejarah disebut dengan abadi.

• Memiliki Pengaruh

Ciri-ciri sejarah selanjutnya adalah memiliki pengaruh besar yang ditimbulkan. Sejarah akan berefek dan berdampak pada suatu peristiwa sejarah yang terjadi. Hal inilah yang menjadikan sejarah menjadi sangat penting.

Sebuah sejarah biasanya akan memiliki pengaruh yang besar terhadap banyak orang sehingga sejarah dapat dikenang oleh orang banyak.

Itulah beberapa unsur-unsur sejarah yang harus anda ketahui agar dapat memaknai sejarah dengan baik.

Keyword: Unsur-Unsur Sejarah

Sara Apriana
About Sara Apriana 486 Articles
Lawan dari kaya adalah cukup, bukan miskin. Jadi sebetulnya ketika Allah menciptakan kita, rizki kita cukup, tidak ada yang miskin. Yang menjadikan kita miskin itu perasaan kita yang tidak pernah cukup. "dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberi kecukupan". (QS. An-Najm : 48) ~ Ust. Adi Hidayat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.