Tugas BPUPKI Setelah Sidang Beserta Sejarah Terbentuknya

√ Tugas BPUPKI Setelah Sidang Beserta Sejarah Terbentuknya
olympics30.com

BPUPKI merupakan organisasi bentukan Jepang (Kumakichi Harada) pada tanggal 1 Maret 1945 dan baru diresmikan setelah 2 bulan kemudian pada tanggal 28 Mei 1945.

Jumlah anggota BPUPKI ada 76 anggota, dan 9 di antaranya adalah perwakilan dari Jepang. Ketua organisasi ini adalah Dr. K.R.T Radjiman W.

Tugas BPUPKI adalah mempelajari dan menyelidiki hal yang berkaitan dengan berbagai hal yang menyangkut negara Indonesia serta mempersiapkan berbagai hal yang dibutuhkan untuk persiapan kemerdekaan Indonesia.

Berikut adalah tugas BPUPKI berdasarkan sidang, yaitu:

1. Membahas tentang Dasar Negara

2. Setelah sidang pertama selesai, BPUPKI membentuk reses selama satu bulan.

3. Membentuk panitia kecil yang bertugas untuk menampung saran dan konsepsi para anggota.


Sejarah Pelaksanaan Sidang BPUPKI


tirto.id

BPUPKI mengadakan sidang sebanyak dua kali, sidang pertama di laksanakan pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945 yang menghasilkan rancangan dasar negara, sedangkan sidang kedua pada tanggal 10 Juli-14 Juli 1945, hasil sidangnya menyatakan bahwa negara Indonesia berbentuk Negara Kesatuan.

Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dibentuk oleh pemerintah Jepang sebagai upaya mendapatkan simpati dan dukungan dari bangsa Indonesia agar bersedia membantu dalam perang melawan sekutu, sebagai gantinya Jepang menjanjikan akan membantu proses kemerdekaan Indonesia.

BPUPKI sendiri beranggotakan 69 orang, yang terdiri dari 62 orang anggota aktif, yaitu tokoh tokoh utama pergerakan nasional Indonesia dari semua daerah dan aliran, serta 7 orang anggota istimewa yang merupakan perwakilan pemerintah pendudukan militer Jepang.

Namun wakil dari bangsa Jepang ini tidak mempunyai hak suara aktif dan hanya hadir dalam sidang BPUPKI sebagai pengamat saja.

BPUPKI diketuai oleh Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat dengan wakil ketua Ichibangase Yosio (orang Jepang) dan Raden Pandji Soeroso.

Selama BPUPKI berdiri, sudah diadakan dua kali masa persidangan dan juga adanya beberapa pertemuan tak resmi oleh panitia kecil di bawah BPUPKI. BPUPKI ini merupakan badan yang penting dalam proses kemerdekaan Republik Indonesia.


Tugas-Tugas BPUPKI


dictio.id

Terdapat 2 jenis tugas BPUPKI, yaitu tugas utama dan tugas berdasarkan hasil dari proses persidangan.

1. Tugas Utama

Tugas BPUPKI yang utama adalah mempelajari, menyelidiki dan mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan aspek-aspek politik, ekonomi, tata pemerintahan, dan hal-hal penting yang diperlukan dalam usaha pembentukan negara Indonesia merdeka.

2. Tugas BPUPKI Berdasarkan Sidang

  • Membahas dan menyusun Dasar Negara Indonesia
  • Sesudah sidang pertama, BPUPKI bertugas membentuk reses selama satu bulan
  • Membentuk Panitia Kecil (panitia delapan) Yang bertugas menampung saran-saran dan konsepsi dasar negara dari para anggota
  • Membantu panita sembilan bersama panita kecil
  • Panita sembilan menghasilkan Jakarta Charter atau Piagam Jakarta

Anggota BPUPKI


Berikut ini beberapa daftar nama-nana anggota BPUPKI :

seputarsejarah.com
  1. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat (ketua)
  2. R.P. Soeroso (Wakil Ketua)
  3. Ichibangse Yoshio (Wakil Ketua) – orang jepang
  4. Ir. Soekarno
  5. Drs. Moh. Hatta
  6. Mr. Muhammad Yamin
  7. Prof. Dr. Mr. Soepomo
  8. KH. Wachid Hasyim
  9. Abdoel Kahar Muzakir
  10. Mr. A.A. Maramis
  11. Abikoesno Tjokrosoejo
  12. H. Agoes Salim
  13. Mr. Achmad Soebardjo
  14. Prof. Dr. P.A.A. Hoesein Djajadiningrat
  15. Ki Bagoes Hadikusumo
  16. A.R. Baswedan
  17. Soekiman
  18. Abdoel Kaffar
  19. R.A.A. Poerbonegoro Soemitro Kolopaking
  20. K.H. Ahmad Sanusi
  21. K.H. Abdul Salim
  22. Liem Koen Hian
  23. Tang Eng Hoa
  24. Oey Tiang Tjoe
  25. Oey Tjong Hauw
  26. Yap Tjwan Bing

Demikianlah artikel mengenai tugas BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Semoga bermanfaat dalam memahami apa tugas BPUPKI tersebut. Salam!

Keyword: Tugas BPUPKI

Sara Apriana
About Sara Apriana 486 Articles
Lawan dari kaya adalah cukup, bukan miskin. Jadi sebetulnya ketika Allah menciptakan kita, rizki kita cukup, tidak ada yang miskin. Yang menjadikan kita miskin itu perasaan kita yang tidak pernah cukup. "dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberi kecukupan". (QS. An-Najm : 48) ~ Ust. Adi Hidayat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.