Suku Lingon | Masyarakat Bermata Biru di Belantara Hutan Halmahera

Suku Lingon

Suku Lingon adalah salah satu etnis berasal dari pedalaman Pulau Siompu, Desa Kaimbulawa yang ada Sulawesi Tenggara. Ciri khas dari suku ini yaitu fenomena mata biru yang dianggap unik karena tidak berbeda dari rumpun suku lain yang ada di Indonesia.

Lebih tepatnya masyarakat bermata biru ini tinggal di daerah pegunungan, Desa Kaimbulawa, Kecamatan Siompu Timur. Mereka hidup terpencil di pedalaman Hutan Halmahera Timur, jauh dari pusat kecamatan.

Untuk sampai ke Pulau Siompu sendiri harus menempuh perjalanan sekitar 40 menit menggunakan perahu cepat dari Pelabuhan Topa, Baubah.

Konon katanya suku ini merupakan peranakan dari bangsa Portugis yang tersisa di Indonesia saat zaman perang. Agar bisa bertahan hidup bangsa ini melarikan diri ke pedalaman hutan tepat sebelum Indonesia merdeka.

Tak hanya memiliki bola mata berwarna biru, bahkan perawakan orang Lingon dikabarkan mirip dengan perawakan bangsa Eropa. Ada yang sudah pernah sudah pernah melihat suku ini secara langsung?

Baca juga: Suku Asmat


Kabar Berita Mengenai Keberadaan Suku Lingon


paragram.id

Jarang terekspos media banyak yang tidak mengetahui keberadaan suku Lingon, bahkan mungkin ada yang baru tahu jika ada suku Lingon setelah membaca artikel ini.

Berbeda dari kebanyakan suku di Halmahera yang merupakan keturunan ras Polinesia, Melanesia, Weddoid, atau Mongoloid. Masyarakat suku Lingon merupakan keturunan ras kaukasoid. Layaknya orang Eropa mereka berperawakan tinggi, kulit putih, rata-rata berambut pirang, dan mata biru.

Namun secara misterius kabar keberadaan suku ini mulai tak terdengar lagi. Jumlah pasti populasi suku Lingon hingga kini belum terdeteksi bahkan dikabarkan nyaris punah.

Dengan bentuk dan ciri fisik yang berbeda, sejak dahulu kala suku ini seringkali dapat ancaman dari kaum yang sudah lebih dulu mendiami pulau. Kabar yang beredar para wanita dari suku Lingon seringkali diculik oleh suku Togutil untuk dijadikan istri karena terpesona kecantikannya.

Ada pula sumber yang menyebutkan suku ini mulai masuk wilayah Halmahera sekitar ratusan tahun yang lalu. Dimana sebuah kapal dari daratan Eropa tenggelam dan sekelompok penumpang yang selamat terdampar di pesisir pantai.

Mereka yang selamat membangun pemukiman di pedalaman hutan, dan membentuk kelompok Lingon Tribe (suku Lingon). Namun keberadaan mereka yang terancam oleh suku-suku lain membuat wilayah tinggal mereka semakin terdesak ke dalam hutan.

Seiring berjalannya waktu kaum ini beradaptasi dengan budaya sekitar yang terkenal masih primitif. Mereka juga mulai ikut meyakini hal-hal yang berbau animisme dan dinamisme yang menjadi kepercayaan suku setempat.

Belum ada yang bisa memastikan keberadaan asli suku ini, entah sudah punah atau peranakannya sudah tercampur dengan suku lainnya. Salah satu perbedaan yang mencolok adalah pada warna rambut yang tak seutuhnya pirang, ada juga yang berambut hitam layaknya keturunan Asia namun bermata biru.

Mitologi Tentang Asal Usul Suku Lingon

Suku Lingon
citraindonesia.com

Karena tinggal di pedalaman yang sulit dijamah kabar pasti mengenai keberadaan suku Lingon ini masih menyimpan misteri. Menurut sebagian orang kaum ini masih hidup dengan cara primitif dan tidak terbuka kepada dunia luar.

Mereka tidak peka terhadap perkembangan teknologi dan lebih senang menjalani hidup secara tertutup dan tidak senang diganggu orang dari luar sukunya. Kaum dari suku Lingon cenderung bersifat defensif dan akan sangat agresif terhadap orang yang datang dari luar.

Kaum ini bisa saja menyerang secara ganas jika ada orang yang mengusik dan memaksa masuk ke lingkungan mereka. seolah tidak menerima siapapun selain bangsa mereka sendiri.

Dilihat dari cerita yang beredar, maka jelas sudah kenapa kaum ini tak ingin disentuh oleh kehidupan dunia luar. Pengalaman hidup menjadi bulan-bulanan suku lain selama beratus-ratus tahun memberikan trauma tersendiri, sehingga kaum ini menjadi sangat tertutup terhadap siapapun.

Hal Menarik Tentang Suku Lingon

yukepo.com

Meski kini keberadaannya tidak diketahui pasti, namun berdasarkan asumsi dan desas-desus masyarakat sekitar berikut beberapa fakta menarik tentang suku Lingon:

1. Mata Biru

Ras Asia, khususnya Asia Tenggara tidak ada yang memiliki iris mata berwarna biru. Ciri ini hanya dimiliki orang keturunan Eropa yang merupakan keturunan ras kaukasoid, dimana di Indonesia sendiri disebut sebagai ‘bule’.

Perawakan Asia biasanya memiliki bola mata berwarna hitam, coklat, atau hitam kecoklatan. Tentu saja keberadaan kaum dengan bola mata biru di Indonensia ini menjadi fenomena yang unik. Karena tidak ada orang asli Indonesia yang memiliki mata biru.

Keturunan bola mata biru pada suku Lingon sepertinya merupakan gen yang sangat kuat. Disaat ciri fisik lain berubah seperti warna kulit dan warna rambut, orang asli peranakan suku ini akan tetap mewarisi permata bola biru tersebut dari leluhurnya.

2. Berkulit Putih

Kulit orang Indonesia asli adalah kuning langsat, sawo matang, dan hitam. Jika ada orang Indonesia yang berkulit putih berarti merupakan campuran dari ras lainnya, seperti China atau Korea.

Nah, selain bermata biru ciri fisik suku Lingon lainnya adalah memiliki warna kulit putih bersih. Mata yang biru dan kulit yang putih menjadikan orang-orang dari suku ini mencolok di antara suku-suku asli Halmahera lainnya.

3. Berambut Pirang

Warna asli rambut suku Lingon adalah kuning, coklat, atau pirang, dimana ciri ini tidak dimiliki oleh orang Indonesia asli. Kebanyakan dari kita memiliki berambut hitam, hitam kecoklatan, dan cenderung lurus atau ikal.

Namun ada sumber yang mengatakan ada juga orang Lingon berambut coklat atau hitam karena faktor keturunan yang sudah tercampur dengan penduduk asli.

4. Bertubuh Tinggi

Sudah terlihat jelas tinggi ras keturunan Asia dan ras keturunan Eropa sangat jauh berbeda. Sehingga orang-orang Lingon juga memiliki perawakan tubuh tinggi-tinggi mirip dengan bangsa Eropa pada umumnya.

5. Berwajah Cantik dan Tampan

Paras cantik, putih, dan bersih inilah yang menjadi pemicu penculikan gadis dari suku Lingon. Mereka diculik oleh suku lain yang ada di sekitar untuk dikawini demi memperbaiki keturunan.

Selain perempuan-perempuannya berwajah cantik, tentu para lelaki dari suku ini juga memiliki wajah yang sangat tampan. Namun sangat disayangkan suku ini sangat menutup diri dari dunia luar dan memilih untuk hidup sederhana secara primitif.

6. Menjadi Primadona

Karena paras yang elok, perawakan tubuh yang bagus menjadikan orang-orang dari suku Lingon dikagumi oleh suku-suku lainnya. Ibarat primadona kaum ini banyak diincar untuk dinikahi demi memperbaiki keturunan.

Meskipun menjadi primadona pada kenyataannya kaum ini diserang dan diusik dengan cara yang tidak baik. Para wanita diculik secara paksa untuk dikawini atau bahkan dijadikan budak. Hal ini menjadi salah satu pemicu kepunahan suku ini dari peradaban.

7. Sulit Dijangkau

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, keberadaan kabar berita dari kaum ini sangat sulit untuk diketahui. Akses yang sulit menuju pedalaman hutan Halmahera Timur, serta trauma di masa lalu membuat suku ini menutup akses terhadap dunia luar.

Bahkan masyarakat pesisir Halmahera sendiri mengaku jarang atau tidak pernah melihat keberadaan suku ini. sebagian ada yang hanya tahu cerita dari desas-desus yang beredar di tengah masyarakat. Tak jarang juga yang berasumsi jika keberadaan suku bermata biru ini sudah punah.


Sudah sepatutnya suku ini mendapatkan perhatian khusus dari kita semua, khususnya pemerintah. Karena bagaimanapun juga mereka tinggal di pedalaman Halmahera, Maluku Utara, yang menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Nisalutfi
About Nisalutfi 113 Articles
"home is where the heart is"

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.