Sejarah Suku Betawi | Akulturasi Budaya dari Berbagai Etnis Bangsa

Suku Betawi
digiku.com

Suku Betawi – Batavia adalah nama yang diberikan oleh kolonial Belanda untuk orang-orang asli yang tinggal di Jakarta pada zaman penjajahan dulu. Uniknya suku ini merupakan hasil asimilasi dari budaya Cina, Arab, Portugis, Belanda, Melayu, Jawa, Sunda dan lain sebagainya.

Jakarta merupakan salah satu pintu masuk para saudagar dari berbagai negara. Pertemuan ini menciptakan perpaduan budaya yang beragam, sehingga lahirlah suku Betawi yang dulu disebut sebagai “manusie proto Melayu Betawi”.

Pada mulanya Batavia merupakan sebutan untuk kota yang semulanya bernama Bandar Kelapa, Sunda Kelapa, Nusa Kelapa, Jayakarta, Batavia, Najkurata, hingga akhirnya kini menjadi Jakarta. Sehingga orang-orang yang berasal dari daerah ini disebut sebagai orang Batavia, dan kini pelafalannya menjadi Betawi.

Baca Juga : Suku Aceh


Sejarah Lahirnya Suku Betawi di Batavia


tempodoloe.wordpress.com

Usut punya telusut ternyata etnis Betawi adalah hasil perkawinan campur antara bangsa Portugis dan penduduk lokal loh. Diawali oleh kedatangan orang Sunda ke Batavia pada abad ke-16 untuk menginspansi Kerajaan Tarumangera dan Pakuan Pajajaran.

Kedatangan suku Sunda ini juga diikuti masuknya pedagang-pedagang asing dari berbagai negara. Ada yang datang dari Tiongkok, Arab, Cina, hingga Gujarat, India. Beberapa lagi ada yang datang dari Indonesia bagian timur dan dari Malaka di Semenanjung Malaya.

Sebelum Kerajaan Sunda masuk ke Sunda Kelapa, Raja Samian (Sang Hyang Surawisesa) telah melakukan hubungan diplomatik dengan bangsa Portugis di Malaka pada abad ke-15. Karena perjanjian itu pada tahun 1512 diperbolehkan mendirikan sebuah komunitas di Sunda Kelapa.

Hal inilah yang menyebabkan adanya perkawinan campuran antara penduduk lokal Sunda Kelapa dengan bangsawan Portugis. Dari perkawinan campuran ini juga melahirkan tradisi kesenian adat yang kita kenal sebagai musik keroncong.

Namun bukan hasil perkawinan campuran ini yang melahirkan etnis atau suku Betawi. Sebuah studi sejarah menyebutkan jika etnis Betawi diperkirakan baru terbentuk antara tahun 1815-1893.

Berawal dari kalahnya bangsa Portugis dari VOC sehingga kekuasaan di Indonesia mulai diambil ali oleh kolonial Belanda. Sunda Kelapa atau Batavia dijadikan sebagai pusat perniagaan oleh VOC. Mereka menguasai perdagangan dan sistem perekonomian Batavia.

Untuk mengurus lahan pertanian VOC membeli budak dari penguasa dan didatangkan ke Batavia untuk membuka lahan pertanian. Seperti yang kita ketahui bersama kala itu di Bali masih ada praktik perbudakan.

VOC berhasil memonopoli sistem perdagangan di Batavia sehingga menarik perhatian berbagai suku bangsa di belahan dunia. Saudagar dari Arab, Tiongkok, India, dan negara lainnya terus berdatangan dan menetap dalam waktu yang cukup lama di Batavia.

Suku Betawi Merupakan Hasil dari Akulturasi Budaya

Suku Betawi
pinterest.com

Pengaruh datangnya berbagai suku bangsa baik dari dalam maupun luar negeri terlihat jelas dalam budaya suku Betawi saat ini. Pakaian adat pengantin Betawi mengandung unsur Arab dan Tiongkok. Dalam beberapa kosakata bahasa Betawi mengindikasikan adanya sisa-sisa dari bahasa Bali.

Selain itu di berbagai nama tempat di Jakarta juga menjadi petunjuk adanya sisa akulturasi budaya di kota ini. Seperti Kampung Bali, Kampung Jawa, Kampung Melayu, Kampung Ambon, Kampung Bugis, Kampung Makassar, dan Kampung Cina.

Bahkan di tempat wisata Kota Tua masih tersisa beberapa rumah yang menjadi bukti bahwa berbagai macam etnis bangsa pernah bermukim di Jakarta.

Lalu dari mana sesungguhnya suku Betawi ini berasal? Dari sejarah di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa suku Betawi merupakan perpaduan sejumlah etnis yang pernah meninggalkan jejak di kota Batavia.

Menurut perkiraan hasil studi sejarah tentang demografi penduduk Jakarta pada masa kolonial, tercatat pada tahun 1615 dan 1815 tidak ada penduduk yang menuliskan golongan etnis Betawi pada hasil sensus.

Diperkirakan semua suku bangsa pada masa itu dimasukkan dalam satu kategori sebagai kesatuan penduduk pribumi (inlander). Pada tahun 1893 hasil sensus menunjukkan sejumlah golongan etnis mulai menghilang dari Batavia.

Seperti etnis Arab, Bali, Jawa, Sunda, Sulawesi, Sumbawa, Ambon, Melayu, maupun Banda. Mereka kaum pribumi yang tersisa akhirnya melebur dan terserap menjadi suku Betawi (Batavia).

Sejak tahun 1930 kemudian muncul kategori etnis baru dalam sensus kependudukan yaitu suku Betawi. Mereka mayoritas adalah penduduk yang tersisa di Batavia, entah keturunan atau entah penduduk lokal tak ada yang tahu pasti.

Awal mulanya belum terdapat kesadaran dalam diri masing-masing untuk mengakui diri sebagai Betawi. Mereka menyebut diri berdasarkan daerah tempat tinggal, seperti orang Senen, orang Kemayoran, atau orang Rawabelong.

Mengenal Budaya Masyarakat Betawi

perpustakaan.id

Sejak tahun 1923 tokoh masyarakat Betawi bernama Husni Thamrin mendirikan “Perkoempoelan Kaoem Betawi”. Sejak saat itu segenap orang Batavia merasa percaya diri untuk mengakui diri mereka sebagai kelompok atau etnis dalam lingkup sosial dan politik.

Dalam catatan sejarah suku Betawi memiliki karakter budaya yang dinamis dan menarik. Dimana budaya Betawi sangat beragam karena merupakan hasil asimilasi dari berbagai etnis. Saat melihat kesenian Betawi kamu akan menyadari terdapat berbagai unsur di dalamnya:

Rumah Adat

Bangunan rumah adat Betawi mengandung gaya arsitektur Eropa, Arab, dan Cina. Terlihat dari bentuk dinding dengan model digeser ke tepi untuk membukanya. Selain itu unsur Jawa juga terlihat pada lipatan-lipatan dinding yang mirip pola baju khas Jawa, sehingga rumah ini disebut ‘rumah kebaya’.

Ciri khas yang dimiliki rumah adat Betawi adalah halaman dan teras nya yang luas. Berfungsi sebagai tempat berkumpul dan bersantai bersama keluarga atau sebagai tempat menjamu tamu. Rumah ini juga mirip dengan desain rumah modern yang ada saat ini karena didesain dengan ruang-ruang tertentu.

Pakaian Adat

Pakaian adat masyarakat Betawi terbagi menjadi pakaian adat pria dan wanita, terbagi lagi dalam pakaian adat keseharian dan pakaian adat resmi.

Dalam keseharian pria Betawi biasanya memakai baju koko Betawi (sadariah), celana batik/kain, dan selendang pelekat atau pun sarung yang dipasang di leher, tak lupa mengenakan peci hitam. Sadariah adalah baju polos tanpa motif yang hanya memiliki satu warna yaitu putih.

Untuk pakaian adat resmi pria adalah baju seroang. Yaitu kemeja putuh yang dikenakan sebagai dalaman. Bawahannya yaitu kain batik dengan panjang selutut.

Pakaian adat resmi orang-orang Betawi dinamakan Baju Serong. Baju resmi ini tidak hanya dipakai oleh kalangan Bangsawan, tetapi oleh orang-orang biasa juga. Ciri khas Baju Serong adalah terdiri dari kemeja putih yang merupakan dalaman, kemudian luaran mengenakan jas hitam.

Bawahannya mengenakan celana panjang berwarna hitam dengan melilitkan kain dengan panjang selutut pada bagian pinggang. Pakaian adat resmi biasanya digunakan untuk menghadiri acara pernikahan atau acara adat.

Sedangkan untuk wanita pakaian adat mengenakan baju kurung lengan pendek atau kebaya. Dengan bawahan berupa kain sarung bermotif batik dan menutup kepala menggunakan kerudung. Saat menikah wanita Betawi akan didandani layaknya nona Cina dengan mengenakan blus berwarna cerah.

Tarian Adat Khas Betawi

Sesuai dengan asal usul nya tarian adat khas Betawi juga beragam, mulai dari tari jaipong, tari kocek, tari zapin, dan lain sebagainya. Pada setiap kesenian ada unsur etnis campuran di dalamnya, seperti tari jaipong Betawi memiliki unsur pakaian seperti opera di Beijing.

Pada tari zapin terdapat unsur kesenian Melayu dan Arab di dalamnya. Selain seni tari seni musik di Betawi juga didominasi oleh rebana, dimana sering kita lihat saat upacara sunatan atau pernikahan. Yang unik adat pernikahan Betawi merupakan perpaduan unsur Melayu, Arab, dan Cina.

Seiring perkembangan zaman kesenian dan budaya di Betawi semakin berkembang. Tak jarang tarian adat dikombinasikan dengan tarian modern yang lebih dinamis. Sebagai pusat ibukota pengaruh budaya akan senantiasa masuk silih berganti, namun tugas kita adalah tetap melestarikan budaya lama.


Ciri khas kebudayaan Betawi dengan corak yang beragam menjadi bukti bahwa suku ini berasal dari perpaduan berbagai suku bangsa. Bahkan hingga kini kita bisa melihat bagaimana bentuk wajah Jakarta yang dihuni oleh berbagai macam etnis dari seluruh penjuru dunia.

Nisalutfi
About Nisalutfi 121 Articles
"home is where the heart is"

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.