Rumus IRR: Pengertian, Cara Menghitung, Dan Contoh Soal

Rumus IRR: Pengertian, Cara Menghitung, Dan Contoh Soal
investopedia.com

Rumus IRR- Pada kesempatan yang terik nan syahdu ini kami akan kembali membagikan informasi seputar ilmu pengetahuan yang barangkali bisa bermanfaat untuk pembaca sekalian.

Pada postingan sebelumnya kami telah membahas tentang rumus ROA, yakni rumus yang sering digunakan dalam manajemen keuangan.

Dan kali ini kami masih ingin memaparkan tentang rumus yang juga berkaitan dengan manajemen keuangan.

Namanya adalah IRR. Istilah yang sama asingnya dengan ROA bagi beberapa orang yang memang tidak pernah menggeluti bidang tersebut.

Pun bagi beberapa lainnya yang sudah sering mendengar istilah tersebut  pun terkadang masih bingung memahami cara kerjanya.

Karena itu kami disini akan mencoba menjelaskan rumus dari IRR ini dengan sederhana agar mudah dimengerti oleh teman-teman sekalian.

Artikel cocok untuk teman-teman sedang sedang atau baru saja belajar tentang IRR, atau juga bisa untuk teman-teman yang akan terjun di dunia bisnis.

Materi yang akan kami paparkan ini adalah materi dasar atau awal yang meliputi pengertian atau definisi dari IRR, rumus dari IRR tersebut, rumus alternatifnya, serta contoh soal perhitungan IRR.

Jadi jangan keman-mana dan langsung simak artikel di bawah ini ya, semoga bisa membantu teman-teman yang membutuhkan.

Apa Itu IRR?

Rumus IRR: Pengertian, Cara Menghitung, Dan Contoh Soal
timelogr.com

Hal yang harus diketahu terlebih dahulu sebelum kita membahas tentang rumus IRR adalah apa sih arti atau definisi dari IRR itu sendiri.

Karena memang akan sedikit sia sia kalau kita hanya tahu rumusnya tapi tidak mengetahui apa sebenarnya IRR itu, dan fungsinya untuk apa.

Karena itu mari kita mulai dengan mengetahui apa itu kepanjangan IRR, jadi IRR merupakan singkatan dari Internal Rate of Return.

Apa maksud dari internal rate of return? Adalah hasil yang didapatkan dari proposal bisnis, dimana proposal bisnis itu merupakan discount rate yang menjadi present value dari aliran kas masuk atau bisa dibilang sebagai investasi awal.

Lalu apa sih fungsinya IRR ini? Dengan mengetahui IRR kita bisa mengetahui tingkat efisien dari sebuah investasi, artinya IRR ini bisa menjadi indikator.

Selain itu IRR ini juga bisa membantu kita untuk menentukan apakah investasi tersebut perlu dilakukan atau tidak.

Karena sebuah investasi bisa dilakukan jika laju pengembaliannya atau rate of return nya tidak lebih kecil dari laju pengembalian investasi lain.

Rumus IRR (Internal Rate of Return)

Syarat dari IRR adalah IRR > suku bunga MARR. Apa itu MARR? Minimun Acceptable Rate of Return atau laju pengembalian minimum dari suatu investasi.

Untuk menghitung IRR ini kita perlu mengetahui nilai discount rate yang menghasilkan NPV postitif. Setelah itu baru gunakan rumus di bawah ini:

Rumus IRR: Pengertian, Cara Menghitung, Dan Contoh Soal

Adapun keterangannya:

i1 = tingkat discount rate yang menghasilkan NPV positif

i2 = tingkat discount rate yang menghasilkan NPV negatif

NPV1 = Net present value yang positif

NPV2 = Net present value yang negatif

Adapun nantinya IRR akan menghasil 3 nilai, dimana ketiganya memiliki makna atau interpretasi yang berbeda-beda. Adapun interpretasinya dapat dilihat di bawah ini:

Kriteria Makna
IRR < SOCC usaha atau proyek tersebut tidak layak secara finansial
IRR = SOCC usaha atau proyek tersebut berada dalam keadaan break even point
IRR > SOCC usaha atau proyek tersebut layak secara finansial

Rumus Alternatif IRR

Selain rumus IRR di atas, kamu juga bisa menghitung IRR dengan menggunakan rumus lainnya loh. Rumus ini mencoba menghitung suku bunga yang kemungkinan akan menghasilkan nilai NPV positif. Adapun rumusnya dapat dilihat di bawah ini:

Rumus IRR: Pengertian, Cara Menghitung, Dan Contoh Soal

Berikut keterangan simbol di atas:

Ir = Bunga rendah

It = Bunga tinggi

NPV It = NPV pada bunga tinggi

NPV Ir = Net present value pada bunga rendah

Contoh Soal

Memberikan pemahaman yang paling mudah adalah dengan memberikan contohnya. Karenanya di bawah ini kami menyertakan contoh soal untuk menghitung IRR  supaya teman-teman bisa langsung belajar mengaplikasikan rumus IRR.

Adapun contoh soalnya dapat dilihat berikut ini:

Pertanyaan:

Sebuah perusahaan mempertimbangkan usulan proyek investasi Rp 150 juta. Umur proyek tersebut diperkirakan 5 tahun tanpa nilai sisa.

Arus kas yang dihasilkan:

Tahun 1 : Rp 60.000.000

Tahun 2 : Rp 50.000.000

Tahun 3 : Rp 40.000.000

Tahun 4 : Rp 35.000.000

Tahun 5 : Rp 28.000.000

Diasumsikan RRR = 10%

Penyelesaian:

Dicoba dengan faktor diskonto 10%:

  • Tahun 1 arus kas : Rp 60.000.000 x 0,9090 = Rp 54.540.000
  • Tahun 2 arus kas : Rp 50.000.000 x 0,8264 = Rp 41.320.000
  • Tahun 3 arus kas : Rp 40.000.000 x 0,7513 = Rp 30.052.000
  • Tahun 4 arus kas : Rp 35.000.000 x 0,6830 = Rp 23.905.500
  • Tahun 5 arus kas : Rp 28.000.000 x 0,6209 = Rp 17.385.200

Total PV = Rp 167.202.200

Investasi Awal = Rp 150.000.000

NPV = Rp 17.202.200

Dicoba dengan faktor diskonto 16%:

  • Tahun 1 arus kas : Rp 60.000.000 x 0,8621 = Rp 51.726.000
  • Tahun 2 arus kas : Rp 50.000.000 x 0,7432 = Rp 37.160.000
  • Tahun 3 arus kas : Rp 40.000.000 x 0,6417 = Rp 25.668.000
  • Tahun 4 arus kas : Rp 35.000.000 x 0,5523 = Rp 19.330.500
  • Tahun 5 arus kas : Rp 28.000.000 x 0,419 = Rp 17.973.200

Total PV = Rp 100.131.700

Investasi Awal = Rp 150.000.000

NPV = Rp – 49.868.300

Perhitungan interpolasi

Selisih Bunga Selisih PV Selisih PV dengan Investasi Awal
10% Rp167.202.200 Rp167.202.200
16% Rp100.131.700 Rp150.000.000
6% Rp67.070.500 Rp17.202.200

IRR = 10% + (Rp.17.202.200/Rp. 67.070.500) x 6 %

IRR = 11,5388%

Kesimpulannya, proyek investasi tersebut bisa diterima. Karena IRR > 10%.

Penutup

Demikianlah penjelasan tentang rumus IRR yang bisa kami sajikan, semoga bisa bermanfaat untuk pembaca sekalian.

Walaupun masih ada yang masih bingung setelah membaca artikel ini itu tidak masalah, tetapi paling tidak terdapat pelajaran yang bisa diambil.

Dan kami juga memohon maaf jika dirasa pemaparan yang kami sajikan rumit dan sulit untuk dipahami. Kami akan terus menerus belajar.

Jadi kalian juga yuk semangat belajar yaaa. Jangan lupa untuk menjaga kesehatan jiwa dan raga, dan pikiran kita.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.