Rumah Adat Sumatra Selatan yang Disebut Rumah Limas

rumah adat sumatra selatan
bobo.grid.id

Rumah Adat Sumatra Selatan yang paling ikonik disebut dengan Kekijing. Ciri khas Kekijing memiliki atap yang berbentuk limas. Orang-orang lebih sering menyebut Kekijing dengan sebutan Rumah Limas karena bentuk atapnya. Bangunan rumah ini memiliki lima tingkatan atau lima ruangan yang juga disebut dengan kekijing. Kekijing sendiri memiliki arti tingkatan (ruang).


Rumah Adat Sumatra Selatan


Provinsi Sumatra Selatan beribu kota di Kota Palembang. Batas wilayah provinsi Sumsel secara geografis adalah Provinsi Jambi di utara dan Kepulauan Bangka belitung di timur. Provinsi Lampung di selatan dan Bengkulu di Barat. Memiliki luas wilayah 91.592,43 kmĀ² provinsi ini didiami oleh beberapa etnis, diantaranya Melayu, Jawa, Komering, SUnda, Tionghoa, Minangkabau, dan Batak.

Selain terkenal karena pempeknya, Palembang yang merupakan ibukota provinsi juga dulunya merupakan pusat kerajaan Sriwijaya. Kekayaan alam provinsi ini sangat melimpah terutama minyak bumi, gas alam, dan batu baranya. Disamping itu, provinsi ini memiliki banyak tujuan wisata menarik termasuk salah satunya adalah rumah adat Sumatra Selatan.

Rumah Limas

Disebut rumah limas karena atapnya menyerupai limas. Rumah adat Sumatra Selatan sering juga disebut kekijing yang merupakan istilah dari rumah limas. Kekijing merupakan tingkatan yang dimiliki rumah tradisional ini. Lima ruangan yang ada pada rumah adat Sumatra Selatan ini juga disebut dengan kekijing.

Hal tersebut juga menjadi simbol atas lima jenjang kehidupan bermasyarakat, yaitu usia, jenis kelamin, bakat, pangkat, dan martabat. Detail setiap tingkatannya pun berbeda-beda ,tingkatan yang dimaksud disini adalah ruangan-ruangan di dalam rumah.

Tingkat pertama disebut pagar tenggalung, yaitu sebuah ruangan yang tidak memiliki sekat pembatas seperti beranda. Biasanya dipergunakan untuk menerima tamu saat ada acara adat.

Ruangan atau tingkat kedua adalah jogan yang merupakan tempat berkumpul khusus untuk pria. Saat ada acara tamu laki-lakki berkumpul juga di ruang ini.

Tingkat atau ruang ketiga diberi nama kekijing dengan posisi lantai lebih tinggi dari ruang lainnya dan diberi sekat. Biasanya kekijing digunakan sebagai tempat meneripa para tamu undangan yang sudah agak tua atau handai tolan dalam sebuah acara atau hajatan.

Kekijing ke empat digunakan untuk orang-orang yang memiliki hubungan dekat secara kekerabatan. Bisa juga digunakan untuk menerima tamu undangan yang dihormati, seperti dapunto dan datuk. Terakhir ada gegajah atau ruang (tingkat) kelima yang memiliki ukuran paling luas.

Di dalam gegajah terdapat ruang pangkeng, amben tetuo, dan danamben keluarga. Pangkeng merupakan pembatas antar ruangan, amben tetuo merupakan tempat keluarga inti, serta danamben yang merupakan balai musyawarah.

Susunan Bangunan

Bangunan rumah ini sangat luas dan bertingkat-tingkat yang disebut dengan bengkilas. Bahan utama untuk mendirikan rumah ini adalah kayu. Kayu yang digunakan untuuk bagian tiang adalah kayu ulin karena cukup kuat.

Dinding, pintu, serta lantai menggunakan kayu tembesi yang seratnya lebih halus. Untuk kerangka rumah menggunakan kayu seru. Konon katanya kayu serung tidak dipergunakan untuk bagian lantai karena tidak boleh diinjak atau dilangkahi. Saat ini keberadaan kayu seru cukup langka.

Ringkasan Tentang Rumah Limas

Berbentuk limas, dengan lima kekijing atau tingkatan (ruang), yaitu pagar penggalung, jogan, kekijing ketiga, kekijing keempat, dan gegajah. Lima tingkatan tadi melambangkan simbol kehidupan, seperti usia, martabat, jenis kelamin, pangkat, serta bakat.

Selain itu tingkatan pada rumah limas juga melambangkan penanda garis keturunan seseorang. Sebut saja kiagus, kemas dan masagus, serta raden. Golongan kiagus menempati tingkat pertama, kemas dan massagus menempati tingkatan kedua, serta tingkat ketiga untuk raden.

Terdapat ornamen simbar atau tanduk pada bagian atap rumah sebagai ciri khas rumah adat Sumatra Selatan. Ornamen simbar atau tanduk dengan melati pada atap tersebut menggambarkan mahkota yang bermakna kerukunan dan keagungan.

Keywords: Rumah adat Sumatra Selatan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.