3 Rumah Adat Kepulauan Babel Bergaya Khas Melayu

Rumah Adat kepulauan BaBel
kamerabudaya.com

Rumah Adat Kepulauan Babel – Di Kepulauan Bangka Belitung terdapat rumah tradisional berbentuk rumah panggung, limas, dan rakit. Nama rumah adat Kepulauan Bangka Belitung disebut dengan bentuk rumahnya. Meskipun ketiga bentuk rumah itu memiliki perbedaan bentuk, tapi ada persamaan dari segi arsitektur yang mereka gunakan, yaitu adat Melayu.


Rumah Adat Kepulauan Babel


Provinsi Bangka Belitung atau yang biasa disingkat Babel beribu Kota di Kota Pngkal Pinang. Provinsi ini gterdiri dari dua pulau utama, yakni Pulau Bangka dan Pulau Belitung serta pulau-pulau kecil lainnya. Dari 470 buah pulau hanya sekitar 50 pulau yang berpenghuni.

Selat Bangka memisahkan pulau Sumatra dengan Pulau Bangka sedangkan selat Gaspar memisahkan Pulau Belitung dengan Pulau Bangka. Dapat dikatakan bahwa posisi Pulau Belitung lebih jauh dari Pulau Sumatra dibanding Pulau Bangka.

Ada beberapa etnis atau suku bangsa yang mendiami Provinsi Babel, diantaranya etnis Melayu, Tionghoa, Jawa, Bugis, Madura, Batak, Minangkabau, dan lainnya. Keberaagaman etnis ininjuga diceritakan dalam kisah Laskar Pelangi. Ikal dan kebanyakan anggota laskar pelangi lain bersuku Melayu. Ada Alin kekasih hati Ikal yang beretnis Tionghoa, serta teman pak kepala sekolah yang berasal dari Jawa.

Diantara dua pulau utama, yakni Pulau Bangka dan Pulau Belitung bisa dibilang Pulau Belitung lebih terkenal. Apalagi semenjak dibuatnya film Laskar Pelangi yang mengambil setting tempat di Belitung. Semua tempat wisata ramai dikunjungi para wisatawan. Terutama mereka yang ingin menelusuri tempat-tempat syuting film Laskar Pelangi.

Bangka Belitung dikenal sebagai daerah penghasil timah. Hal ini juga diceritakan di dalam film dan novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Obyek wisata di Bangka Belitung yang paling diminati adalah jajaran pantainya yang indah. Selain pantai dan wisata alam lainnya rumah adat Bangka belitung juga memiliki daya tarik tersendiri sebagai obyek wisata loh.

Ada tiga jenis rumah yang ada di Provinsi Bangka Belitung, diataranya Rumah Panggung, limas, dan rakit. Secara umum arsitektur di Babel mengusung adat Melayu, seperti halnya yang banyak ditemukan di daerah Sumatra lainnya.

Rumah Rumah Adat Kepulauan Babel Bentuk Panggung

Tidak ada sebutan khusus bagi rumah adat Kepulauan Bangka Belitung. Hanya saja ada tiga bentuk rumah yang menjadi bentuk rumah-rumah tradisional di sana. Bentuk rumah tradisional paling dominan adalah bentuk rumah panggung.

Rumah panggung merupakan rumah adat Kepulauan Bangka Belitung. Biasanya rumah panggung di Provinsi Bangka Belitung memiliki atap yang tinggi dan miring. Pada bagian depan rumah sebelum masuk ke dalam rumah induk, terdapat sebuah beranda yang cukup luas dengan tangga sebagai aksesnya.

Jenis rumah panggung disana memiliki banyak bukaan atau jendela. Tiang dan lantai rumah terbuat dari kayu, dindingnya terbuat dari bambu maupun kulit kayu, sedangkan atap rumah terbuat dari daun rumbia atau ijuk.

Kebanyakan rumah panggung dibuat dengan bahan utama kayu, rotan, bambu, dedaunan, dan akar pohon maupun alang-alang. Biasanya rumah panggung disana ditopang oleh sembilan tiang. Tiang utama bangunan terletak persis pada bagian tengah rumah.

Pada umumnya rumah adat Kepulauan Bangka Belitung memiliki sembilan tiang. Meskipun ada juga rumah panggung yang memiliki tiang lebih dari sembilan buah. Ada petuah yang mengatur kalau rumah adat ini tidak boleh dicat. Sehingga warna rumah menggunakan warna asli dari bahan baku pembuat rumah.

Ringkasan Mengenai Rumah Panggung Bangka Belitung

Berdiri diatas 9 tiang penyangga dengan tiang utama berada tepat di tengah rumah. Bagian rumah terdiri dari rumah induk dan rumah dapur. Arsitekturnya bergaya Melayu dengan atap yang tinggi dan sedikit miring.

Bahan utama yang digunakan untuk membangun rumah panggung, diantaranya kayu, rotan, bambu, dedaunan, akar pohon, dan alang-alang. Terdapat banyak beranda dan jendela serta dinding terbuat dari pelepah kayu maupun anyaman bambu.

Tipe rumah panggung di daerah ini adalah tipe rumah panggung Melayu awal. Tipe rumah ini berupa rumah panggung kayu dengan material utama kayu dan bahan-bahan lain yang mudah diperoleh di sekitar pemukiman.

Bagian banguanannya terdiri dari rumah induk dan rumah dapur yang berdiri diatas tiang rumah. Berkaitan dengan tiang tersebut, masyarakat Melayu Kepulauan Bangka Belitung mengenal falsafah sembilan tiang.

Bangunan rumah didirikan diatas sembilan tiang denga sebuah tiang penyangga utama dibagian tengahnya. Tiang utama ini ditana paling awal atau dengan kata lain jika rumah modern ada istilah peletakan batu pertama, maka di sana kita akan mengenal istilah peletakan tiang pertama.

Keunikan lain dari rumah panggung ialah arsitekturnya yang berbeda-beda tergantung siapa yang menempatinya. Apabila yang menempatinya etnis tionghoa, maka bangunannya terlihat seperti rumah panjang.

Rumah Limas

Meski rumah limas merupakan rumah adat khas Palembang atau Provinsi Sumatra Selatan, nyatanya rumah sejenis juga terdapat di Bangka Belitung. Kesamaan etnis membuat keberadaan rumah sejenis juga ditemukan di provinsi yang kaya akan timah ini.

Masyarakat melayu dari Sumatra Selatan yang merantau ke daerah Babel juga menjadi faktor utamanya. Mereka mengadopsi bentuk rumah limas dari daerah Sumatra Selatan dan membangunnya di Babel. Bisa dibilang rumah limas di Provinsi Bangka Belitung sebagai produk akulturasi budaya.

Ciri rumah limas di Babel sama dengan rumah limas yang ada di provinsi Sumatra Selatan. Bentuk atapnya menyerupai limas dengan sentuhan tradisional Melayu. Ketinggian lantainya juga berbedaa-beda seperti halnya rumah limas Sumatra selatan (bengkilas).

Dahulu rumah limas juga dibedakan berdasarkan strata atau status sosialnya. Namun kini sistem tersebut sudah dihapuskan karna banyak menuai pro dan kontra.

Rumah Rakit

rumah adat kepulauan babel
polarumah.com

Sesuai dengan namanya rumah rakit merupakan sebuah rumah yang dibangun diatas perairan dengan bentuk seprti rakit. Bentuk rumah seperti ini dikarenakan daerah di Bangka Belitung banyak dipisahkan oleh perairan, entah itu sungai maupun laut.

Akibat kondisi geografis Kepulauan Bangka Belitung yang terpisah-pisah oleh perairan, maka banyak masyarakat disana yang membuat rumah rakit. Seperti halnya rakit, rumah ini dibangun diatas air sebagai tempat tinggal sekaligus tempat melakukan kegiatan ekonomi.

Sama seperti rakit, rumah ini juga berbahan dasar bambu khususnya bambu manyan. Bambu ini digunakan untuk bagian bawah rumah yang berfungsi sebagai pelampung. Tujuannya agar rumah rakit tidak tenggelam saat digunakan oleh pemiliknya.

Kelebihan dari rumah rakit adalah tahan lama untuk ukuran tempaat tinggal diatas air. Meskipun terkena terik matahari serta hujan diatas perairan, rumah ini dapat berdiri kokoh dan tahan lama. Bentuknya yang besar, sebenarnya cocok untuk ditinggali oleh banyak orang. Sayangnya rumah ini berada diatas air sehingga jika terlalu banyak orang tentu akan menjadi tidak stabil.

Itulah ketiga rumah adat yang dapat dijumpai di Provinsi Kepulauan Babel. Sejatinya rumah digunakan masyarakat sebagai tempat berlindung dan berkumpul bersama keluarga, begitu juga dengan rumah adat.

Perbedaan rumah adat dengan rumah moderen yang mencolok adalah filosofi yang tinggi dibalik sebuah bangunan. Tujuan pelestariannya juga dijunjung tinggi oleh masyarakat adat, terutama para sesepuh atau tetua. Untuk itu kita sebagai generasi penerus bangsa juga harus ikut melestarikan bagian dari budaya kita sendiri.

Keywords: Rumah adat Kepulauan Babel

Avatar
About Sofiyah Alghiptiah 34 Articles
not a wormbook just love to read and write

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.