Rumah Adat Jawa Timur dan Keunikannya dari Joglo Lainnya

rumah adat jawa timur
ilmunik.com

Rumah adat Jawa Timur hampir sama dengan beberapa rumah khas Jawa lainnya. Rumahnya disebut juga dengan rumah joglo yang banyak ditemukan di Situbondo. Atapnya menjulang tinggi, hal itu mengacu pada bentuk atapnya yang mengambil stilasi bentuk gunung.


Rumah Adat Jawa Timur


Provinsi Jawa Timur beribu kota di Kota Surabaya.wilayahnya memiliki luas total sekitar 47.922km² dengan jumlah penduduk sebanyak 39.689.631 jiwa. Etnis yang mendiami wilayah Jawa Timur, diantaranya ada Suku Jawa, Madura, Osing, Tionghoa, Bawean, Batak, dan lainnya.

Bahasa Jawa adalah Bahasa paling dominan yang digunakan di Jawa Timur selain Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi. Ada beberapa bahasa Jawa yang digunakan Masyarakat Jawa timur, diantaranya Jawa Arekan (Surabaya), Jombang, Madiun, dan Malang. Beberapa bahasa daerah lain, seperti Bahasa Madura dan Tengger juga dipergunakan.

Indonesia memiliki keragaman budaya, dari segi bahasa, suku hingga rumah adatnya. Sebuah rumah adat menjadi warisan budaya sekaligus ciri khas suatu daerah. Setiap daerah memiliki rumah adat yang menampilkan ciri khas atau karakter dari daerah masing-masing.

Ada masyarakat yang masih menggunakan rumah adat sebagai tempat tinggal adapula rumah adat yang sudah menjadi sebuah situs cagar budaya. Hal itu juga berlaku di Jawa Timur. Salah satu warisan budaya berbentuk benda adalah rumah Joglo Situbondo.

Joglo Situbondo

Sama seperti kebanyakan suku Jawa rumah adat di Jawa Timur sebenarnya tidak hanya satu bentuk saja, tapi beberapa bentuk. Salah satu bentuk yang paling terkenal tentu rumah tradisional Jawa adalah bentuk joglo.

Kenapa dikatakan rumah joglo Situbondo? Karena rumah adat khas Jawa Timur ini paling banyak ditemukan di daerah Situbondo dan juga di Ponorogo. Bangunan rumah joglo Jawa Timur umumnya beratap limasan atau dara gepak.

Ciri khas dari rumah adat Jawa timur ini terletak pada ukurannya yang minimalis, tapi tetap artistik. Selain itu rumah adat ini memiliki makna filosofi dan sanepan, sehingga rumah adat ini kental dengan kebudayaan leluhur.

Terdapat kemiripan dari segi arsitektur antara joglo Jawa Timur dengan joglo Jawa Tengah. Umumnya rumah joglo memakai material kayu jati sebagai bahan utama karena kekuatan dan kekokohannya. Untuk Mengetahui persamaan dan perbedaannya baca juga https://kumpulanilmu.com/ilmu-sosial/rumah-adat-jawa-tengah/

Joglo Situbondo merupakan rumah adat khas Jawa Timur dengan bagian tengah atap yang menjulang tinggi. Atapnya ini melambangkan sebuah gunung. Dalam kehidupan masarakat Jawa gunung merupakan sesuatu yang disakralkan sehingga banyak dituangkan kedalam simbol-simbol yang berhubungan dengan sesuatu hal yang mistis.

Atap yang mengerucut ke atas tersebut sengaja dipakai karena mengambil stilasi dari bentuk sebuah gunung. Tujuannya juga tak lain adalah untuk mengambil filosofi yang terkandung dalam sebuah gunung.

Hal tersebut dikarenakan adanya pengaruh kuat akan kepercayaan bahwa gunung atau tempat yang tinggi merupakan tempat yang suci dan tempat tinggalnya para dewa. Anggapan tersebut tak lepas dari pengaruh budaya Hindu-Budha di masa lalu.

Ujung dari atap bagian tengah yang menjulang tinggi tersebut dihiasi dengan dekorasi yang khas. Pembagian ruangan di Joglo Situbondo pun hampir serupa dengan rumah joglo lainnya. Kamar di rumah joglo terbagi menjadi tiga macam, yakni kamar kanan, kamar tengah, dan kamar bagian kiri.

Pembagian Ruang

Kamar atau ruangan bagian kanan rumah joglo SItubondo disebut dnegan sentong tangen. Sedangkan kamar yang berada disebelah kiri disebut sentong kiwo dan bagian tengah disebut sentong tengah.

Rumah tradisional khas Jawa Timur ini terkenal dengan dekorasi bagian pintunya. Makna dari dekorasi yang berupa ukiran di pintu-pintu rumah diyakini bisa melindungi rumah dan pemiliknya dari segala hal buruk yang mungkin menimpa mereka.

Lampu dibagian senthong tengah biasanya dibiarkan meyala terus menerus. Ini berkaitan dengan kepercayaan masyarakat Jawa Timur yang menganggap ruangan tengah sebagai ruangan yang sakral. Baik siang maupun malam lampu ruang ini pasti dibiarkan menyala untuk memberi penerangan.

Isi ruangan tengah biasanya terdiri dari kasur lengkap dengan perlengkapannya, seperti bantal. Adapula cermin dan juga sisir rambut yang dibuat dari bahan tanduk kerbau.

Material pembuat rumah adalah kayu jati dengan bentuk limas dan bagian tengah atap menjulang tinggi. Selain tiga senthong ada juga ruang pendopho yang berfungsi sebagai tempat musyawarah atau tempat menerima tamu. Pendhopo merupakan bagian terdepan dari rumah joglo Situbondo.

Di bagian belakang terdapat beberapa ruangan termasuk tiga senthong. Selain itu ada juga pawon atau dapur yang digunakan untuk memasak.

Bagian-bagian Rumah serta Fungsinya

1. Pendhopo
Pedhopo merupakan bagian depan dari rumah joglo yang areanya cukup luas. Biasanya dipergunakan untuk menerima tamu dengan jumlah banyak saat ada acara tertentu. Mulai dari musyawarah warga hingga acara hajatan bisa digelar di pendhopo.

2. Ruang belakang
Ruangan di bagain belakang biasanya digunakan sebagai kamar tidur juga dapur (pawon). Pembagian setiap ruangan dalam rumah adat tergantung juga pada pemilik rumah. Penyekat antar dinding biasanya berupa papan kayu yang terbuat dari kayu jati.

Sebelum masuk ke ruang utama rumah adat Jawa Timur biasanya terdapat sebuah makara atau seluru gelung, yakni sebuah pintu dnegan hiasan. Hiasan pada pintu tersebut bertujuan untuk mengusir hal-hal negatif dari rumah dan pemiliknya. Pembagian kamar di rumah joglo adalah sebagai berikut:

Kamar kanan

Ruang kanan atau yang biasa disebut dengan istilah senthong tengen ini berada di bagian kanan rumah dari arah pintu masuk. Di bagian ini terdapat pula dapur, pedaringan, dan gudang yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpan peralatan pertanian.

Senthong Tengah

Ruangan ini berada pada bagian tengah yang oleh masyarakat Situbondo ruang ini disakralkan. Pada ruangan ini disiapkan tempat tidur beserta kelengkapannya, seperti cermin besar dan sisir tanduk.

Tak lupa penerangan untuk kamar yang selalu ada setiap waktu. Berhubung jaman dulu orang Jawa masih erat dengan kepercayaan ajaran Hindu-Budha kamar ini juga dilengkapi dngnan ukiran yang memiliki makna kerohanian.

Kamar kiri

Ruangan ini berada di bagian kiri yang disebut juga senthong kiwo. Terdapat dempil pada senthong kiwo atau ruang tidur bagi orang tua. Tak hanya itu, ruang ini juga dihubungkan dengan ruang belakang. Dulu ruangan tersebut digunakan untuk dijadikan sebagai tempat membuat kerajinan.

Keunikan Rumah Adat Jawa Timur

Setiap pintu di rumah joglo Jawa Timur terdapat ukiran yang diyakini masyarakat setempat sebagai penolak bala. Keunikan dari rumah joglo memang terletak pada desain arsitektur yang penuh dengan filosofi serta budaya Jawa yang kental. Selain atap, kamar, serta ukiran pada pintu terdapat juga empat tiang soko guru.

Sebelum rumah adat Jawa Timur atapnya menggunakan genteng yang terbuat dari tanah liat bahan yang digunakan sangat sederhana. Dulu rumah joglo atapnya menggunakan ijuk atau alang-alang yang dianyam sedemikian rupa sehingga dapat melindungi rumah dari hujan dan terik matahari.

Dinding rumah selalu menggunakan material kayu yang keras seperti kayu jati. Tak hanya dinding, secara keseluruhan bagian rumah joglo terbuat dari kayu jati. Kayu jati memang dikenal awet dan tahan lama hingga puluhan tahun. Itulah mengapa orang Jawa memilih kayu jati sebagai material bangunan dan furnitur.

Keywords: Rumah adat Jawa Timur

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.