Ruang Lingkup Ekonomi Mikro dan Cabang Ilmu yang Terkait di Dalamnya

Ruang Lingkup Ekonomi Mikro dan Cabang Ilmu yang Terkait di Dalamnya
olympics30.com

Ruang lingkup ekonomi mikro mencakup perbedaan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas atau yang beraneka ragam dan jumlahnya banyak.

Sementara ketersediaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia sebagai alat pemuas sangatlah terbatas.

Oleh karena itu dalam memanfaatkan sumber daya secara efisien perlu adanya ilmu memilih yaitu ekonomi.


Pengertian Ekonomi dalam Ruang Lingkup Ilmu


paper.id

Ekonomi menurut Wibowo dan Supriadi (2013:13) adalah sebagai ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam menggunakan sumber daya yang langka, untuk memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan manusia.

Ruang lingkup ekonomi meliputi satu bidang perilaku manusia berkaitan dengan konsumsi, produksi dan distribusi.

Secara terminologi kata ekonomi berasal dari Yunani yaitu “oikos” yang berarti keluarga dan “nomos” yang berarti peraturan, aturan, hukum.

Secara garis besar ekonomi diartikan sebagai aturan rumah tangga atau manajemen rumah tangga. Rumah tangga meliputi rumah tangga perseroan (keluarga), badan usaha, atau perusahaan rumah tangga pemerintah dan sebagainya.

Ruang lingkup ilmu ekonomi menurut P.A. Samuelson salah seorang ahli ekonomi yang menerima Nobel untuk ilmu ekonomi tahun 1970 yang dikutip oleh Wibowo dan Supriadi (2013:15) adalah:

“Ilmu ekonomi adalah studi mengenai individu dan masyarakat membuat pilihan, dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan sumber daya alam yang terbatas, tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa dan mendistribusikannya untuk kebutuhan konsumsi sekarang dan pada masa yang akan datang pada berbagai individu dan golongan masyarakat.”


Cakupan Cabang Ilmu Ekonomi


satujam.com

Cabang ilmu ekonomi meliputi:

1. Ekonomi Deskriptif (Descriptive Economics)

Menurut Nuraini (2016:2) ekonomi deskriptif merupakan studi yang berusaha untuk menggambarkan atau medeskripsikan dan menguraikan fakta-fakta ekonomi (bekerjanya lembaga-lembaga atau unit-unit ekonomi).

Ekonomi deskriptif berupa kegiatan mengumpulkan keterangan-keterangan faktual yang relevan mengenai sesuatu masalah (Reksoprayitno, 1992:1).

Ilmu ekonomi deskriptif ini menjelaskan keadaan ekonomi suatu daerah/negara pada waktu tertentu.

Contoh krisis moneter di Indonesia tahun 1998, jumlah pengangguran dan tenaga kerja di berbagai daerah di Indonesia pada tahun tertentu.

2. Teori Ekonomi atau Ekonomi Murni

Menurut Nuraini (2016:2) teori adalah seperangkat hipotesis atau konsep yang telah teruji kebenarannya.

Teori ekonomi menurut Niamas adalah pandangan yang menggambarkan kegiatan ekonomi yang memiliki sifat hubungan yang nyata.

Serta menggambarkan ramalan suatu peristiwa yang kemungkinan akan terjadi di masa depan jika terdapat suatu kondisi yang dapat berpengaruh menuju perubahan.

Teori ekonomi dapat dipecah kedalam dua kelompok yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro yang akan menjelaskan jalan kerjanya sistem-sistem perekonomian.

Ekonomi mikro menurut Nuraini (2016:8) mempelajari aktivitas-aktivitas unit-unit ekonomi seperti individu, baik individu seorang, individu rumah tangga, individu perusahaan maupun individu industri.

Sedangkan ilmu ekonomi makro memfokuskan kajiannya kepada perekonomian secara keseluruhan (agregat), seperti konsumsi masyarakat, produksi total masyarakat, dan tingkat harga umum.

3. Ekonomi Terapan (Applied Science)

Cabang ekonomi terapan merupakan ilmu ekonomi yang tugasnya menelaah kebijakan-kebijakan ekonomi yang perlu dilaksanakan oleh suatu pemerintahan dalam mengatasi masalah-masalah ekonomi.

Bentuk kebijakan yang bagaimana yang akan ditempuh dan dampak apa yang akan muncul dari suatu kebijakan serta alternatif-alternatif apa yang harus diambil, semua merupakan kajian dari ekonomi terapan.

Secara umum kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintah mempunyai tujuan untuk:

a. Menciptakan kesempatan kerja yang penuh

b. Menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi

c. Menciptakan stabilitas harga-harga

d. Menciptakan distribusi pendapatan yang merata


Penyataan Positif dan Normatif


pelajaran.id

“Bagaimanakah senyatanya”, itulah makna yang terkandung dalam pernyataan positif. Pernyataan ini banyak digunakan oleh para ahli ekonomi terutama pada ilmu ekonomi deskriptif dan teori ekonomi.

Sebagai contoh jika produksi beras turun maka harga beras naik, sebaliknya jika produksi beras naik maka harga akan turun. Pernyataan tersebut jelas-jelas menggambarkan fakta yang ada saat itu (Nuraini, 2016:3-4).

“Bagaimana seharusnya”, merupakan makna yang terkandung di dalam pernyataan normatif. Pernyataan ini sebenarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang kadang-kadang tidak bersifat rasional, seperti budaya, tradisi atau filsafat.

Pernyataan normatif banyak dijumpai pada ilmu ekonomi yang bersifat terapan. Contohnya, usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan dengan mempercepat pertambahan pendapatan nasional (Nuraini, 2016:4).


Permasalahan dalam Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi Mikro


kompasiana.com

Pokok masalah ekonomi klasik berdasarkan pemikiran Adam smith, David Ricardo, dan Jhon Stuart Mill yang mendominasi pemikiran ekonomi sampai tahun 1870-an, pokok masalah ekonomi ini dilihat dari segi produksi, distibusi, dan konsumsi.

1. Masalah Produksi

Yaitu permasalahan bagaimana memproduksi semua benda (barang dan jasa) yang dibutuhkan masyarakat banyak.

2. Masalah Konsumsi

Menyangkut kegiatan menghabiskan atau mengurangi kegunaan suatu benda sebagai alat pemuas kebutuhan.

Barang yang diproduksi haruslah barang yang tepat, yaitu barang yang memang dibutuhkan, diinginkan, dan mampu dibeli oleh konsumen

3. Distribusi

Mencakup kegiatan menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen. Masalah ekonomi modern muncul akibat adanya perbedaan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dan sumber daya (alat pemuas) yang ada sangat terbatas, sehingga muncul pilihan-pilihan agar dapat mencapai tingkat kesejahteraan yang paling tinggi.

Keyword: Ruang Lingkup Ekonomi Mikro

Sara Apriana
About Sara Apriana 486 Articles
Lawan dari kaya adalah cukup, bukan miskin. Jadi sebetulnya ketika Allah menciptakan kita, rizki kita cukup, tidak ada yang miskin. Yang menjadikan kita miskin itu perasaan kita yang tidak pernah cukup. "dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberi kecukupan". (QS. An-Najm : 48) ~ Ust. Adi Hidayat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.