Negara ASEAN: Sejarah, Lambang, Daftar Negara ASEAN Lengkap

√ Nama Anggota Negara Asean | Gambar Peta dan Isi Perjanjiannya
victorynews.id

Negara Asean – Indonesia merupakan salah satu negara yang termasuk dalam wilayah Asia Tenggara.

Dan kita sebagai orang yang tinggal di Indonesia harus belajar tentang berbagai hal yang ada di negara ini, termasuk juga keterlibatan Indonesia pada perkumpulan dengan negara-negara lain.

Indonesia pernah dan atau masih terlibat dalam berbagai perkumpulan dunia seperti GNB, PBB, dan juga ASEAN.

Tetapi pada kesempatan yang berbahagia dan terbatas ini kami akan mencoba memaparkan salah satu perkumpulan yang diikuti oleh Indonesia yaitu ASEAN.

Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) atau dalam bahasa Indonesia juga dikenal dengan istilah Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara.

Dari penyebutan di atas, tentu kita tahu bahwa ASEAN ini merupakan perhimpunan yang hanya terdiri dari negara-negara di Asia Tenggara. Penjelasan lebih lanjut mengenai ASEAN dapat disimak pada tulisan di bawah ini:


Sejarah Singkat Berdirinya ASEAN


Negara ASEAN: Sejarah, Lambang, Daftar Negara ASEAN Lengkap
perpustakaan.id

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa secara singkat ASEAN merupakan perkumpulan atau organisasi geo-politik, dan ekonomi yang terdiri dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Perkumpulan yang didirikan dan dideklarasikan di Bangkok pada 98 Agustus 1976 ini bertujuan untuk memajukan perkembangan budaya dan sosial, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara-negara yang ada di dalamnya.

Pada mulanya deklarasi ini hanya diwakili oleh beberapa negara saja yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Tetapi negara yang kemudian turut aktif di ASEAN meliputi negara-negara Asia Tenggara Lainnya.


Lambang ASEAN


Negara ASEAN: Sejarah, Lambang, Daftar Negara ASEAN Lengkap
sejarah-negara.com

Dari gambar di atas, kita tahu bahwa lambang dari ASEAN terdiri dari kumpulan 10 batang padi yang terletak di lingkaran merah. 10 padi tersebut menggambarkan harapan 10 anggota ASEAN supaya selalu terikat oleh solidaritas dan persahabatan.

Dengan kata lain hal tersebut mengharapkan perdamaian, persatuan, dan kemantapan ASEAN. Lalu mengapa menggunakan simbol padi? Sebab nasi adalah makanan pokok pada sebagian besar rakyat Asia Tenggara.

Selain simbol padi, kita juga bisa bisa melihat warna merah, putih, biru, dan kuning. Warna-warna tersebut mewakili bendera-bendera negara yang merupakan anggota ASEAN.

Adapun makna dibalik warna merah melambangkan keberanian, putih melambangkan kesucian, kuning adalah kemakmuran, dan biru adalah perdamaian.


Negara-Negara ASEAN


Setelah mengetahui sejarah dan lambang ASEAN, sekarang kami akan memaparkan negara-negara apa saja yang tergabung dalam ASEAN. Meskipun kita tahu bahwa semua anggota tersebut jelas berada di kawasan Asia Tenggara.

Di sini kami akan mengklasifikasikan negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara menjadi dua pembahasan yaitu negara pendiri dan negara anggota.

Negara Pendiri ASEAN

Perkumpulan ini mulanya didirikan oleh beberapa negara Asia Tenggara di antaranya yaitu Indonesia, Filipina, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Seperti yang telah dijelaskan di atas kelima negara tersebutlah yang mendeklarasikan ASEAN di Bangkok.

Adapun perwakilan yang hadir dalam pendeklarasian ASEAN adalah Adam Malik dari Indonesia, Narciso Ramos (Filipina), Thanat Khoman (Thailand), S. Rajaratnam (Singapura), dan Tun Abdul Razak dari Malaysia.

Negara Anggota

Selain negara pendiri, ada pula negara yang turut serta dalam keanggotaan ASEAN meskipun pada mulanya tidak ikut serta mendirikannya. Misalnya saja Brunei Darussalam, anggota pertama di luar negara pendiri yang tergabung dalam ASEAN pada tahun 1984.

Menyusul Vietnam pada tahun 1995. Dan dua tahun kemudian tepatnya pada tahun 1997, Laos dan Myanmar  juga bergabung. Lalu terakhir Kamboja pada tahun 1988.

Secara rinci daftar anggota ASEAN dapat dilihat di bawah ini:

  • Indonesia (negara pendiri)
  • Singapura (negara pendiri)
  • Thailand (negara pendiri)
  • Malaysia (negara pendiri)
  • Filipina (negara pendiri)
  • Brunei Darussalam (7 Januari 1984)
  • Vietnam (28 Juli 1995)
  • Laos (23 Juli 1997)
  • Myanmar (23 Juli 1997)
  • Kamboja (16 Desember 1998)
Sara Apriana
About Sara Apriana 455 Articles
Lawan dari kaya adalah cukup, bukan miskin. Jadi sebetulnya ketika Allah menciptakan kita, rizki kita cukup, tidak ada yang miskin. Yang menjadikan kita miskin itu perasaan kita yang tidak pernah cukup. "dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberi kecukupan". (QS. An-Najm : 48) ~ Ust. Adi Hidayat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.