Nama-Nama Wali Songo dan Keteladanannya yang Harus Dipelajari

√ Nama Nama Wali Songo, Penjelasan Nama Asli dan Sejarah Lengkap
masbidin.net

Pada kesempatan kali ini penulis akan mengulas mengenai nama-nama wali songo. Lebih tepatnya 9 nama wali songo dan keteladanannya.

Sebagaimana kita tahu, wali songo adalah orang-orang terpilih yang menyebarkan ajaran agama islam di bumi nusantara.

Wali songo terkenal dengan berbagai ajaran dan keteladanannya. Nama-nama wali songo ini penting untuk dipelajari.

Selain sebagai pembelajaran sejarah, penting juga untuk mempelajari sepak terjang dan keteladanannya yang mampu membuat perjuangan-perjuangan yang dilakukan membuahkan hasil.

Wali songo sendiri jika dirujuk secara harafiah, Wali berarti perwakilan, utusan, atau orang terpilih. Sedangkan songo artinya adalah sembilan.

Jika diterjemahkan wali songo adalah Sembilan orang terpilih yang dalam hal ini mengemban tugas untuk menyebarkan ajaran agama islam dan kemanusiaan kepada siapa saja yang dijumpainya, secara luas, di nusantara, dan khususnya di pulau jawa.

Nama-nama wali songo yang dimaksud beserta keteladanannya tersebut adalah sebagai berikut:


Nama-Nama Wali Songo


9 Nama-nama Wali Songo dan Keteladanannya yang Harus Dipelajari
namapedia.blogspot.com

Sunan Gresik yang bernama Maulana Malik Ibrahim

Maulana Malik Ibrahim umumnya dianggap sebagai wali pertama yang mendakwahkan Islam di Jawa.

Ia mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam dan banyak merangkul rakyat kebanyakan, yaitu golongan masyarakat Jawa yang tersisihkan akhir kekuasaan Majapahit.

Malik Ibrahim berusaha menarik hati masyarakat, yang tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Ia membangun pondokan tempat belajar agama di Leran, Gresik.

Sunan Ampel yang bernama Raden Rahmat

Sunan Ampel umumnya dianggap sebagai sesepuh oleh para wali lainnya. Pesantrennya bertempat di Ampel Denta, Surabaya, dan merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam tertua di Jawa.

Ia menikah dengan Dewi Condrowati yang bergelar Nyai Ageng Manila, putri adipati Tuban bernama Arya Teja dan menikah juga dengan Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning.

Sunan Ampel memberikan keteladanan kesabaran, pendidikan, dan kidung-kidung pujian yang menentramkan.

Sunan Drajat yang bernama Raden Qasim

Sunan drajat terkenal juga dengan kegiatan sosialnya. Dialah wali yang memelopori penyatuan anak-anak yatim dan orang sakit.

Ia adalah putra Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila, putri adipati Tuban bernama Arya Teja. Sunan Drajat banyak berdakwah kepada masyarakat kebanyakan.

Ia menekankan kedermawanan, kerja keras, dan peningkatan kemakmuran masyarakat, sebagai pengamalan dari agama Islam.

Sunan Kudus yang bernama Ja’far Shadiq

Sebagai seorang wali, Sunan Kudus memiliki peran yang besar dalam pemerintahan Kesultanan Demak, yaitu sebagai panglima perang, penasihat Sultan Demak, Mursyid Thariqah dan hakim peradilan negara. Ia banyak berdakwah di kalangan kaum penguasa dan priyayi Jawa. 

Sunan Bonang yang bernama Raden Makhdum Ibrahim

Sunan Bonang banyak berdakwah melalui kesenian untuk menarik penduduk Jawa agar memeluk agama Islam.

Ia dikatakan sebagai penggubah suluk Wijil dan tembang Tombo Ati, yang masih sering dinyanyikan orang.

Pembaharuannya pada gamelan Jawa ialah dengan memasukkan rebab dan bonang, yang sering dihubungkan dengan namanya.

Sunan Giri yang bernama Raden Paku

Sunan Giri begitu mendalami dakwah islam. Ia mendirikan pemerintahan mandiri di Giri Kedaton, Gresik; yang selanjutnya berperan sebagai pusat dakwah Islam di wilayah Jawa dan Indonesia timur, bahkan sampai ke kepulauan Maluku.

Sunan Kalijaga yang bernama Raden Syahid

Sunan Kalijaga menggunakan kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah, antara lain kesenian wayang kulit dan tembang suluk.

Tembang suluk lir-Ilir dan Gundul-Gundul Pacul umumnya dianggap sebagai hasil karyanya. Sunan kalijaga banyak menggunakan kesenian dan kebudayaan jawa sebagai medium dakwahnya.

Sunan Muria yang bernama Raden Umar Said

Raden Umar Said, menurut beberapa riwayat, dia adalah putra dari Sunan Kalijaga yang menikah dengan Dewi Saroh, putri Sunan Ngudung.

Nama Sunan Muria sendiri diperkirakan berasal dari nama gunung (Gunung Muria), yang terletak di sebelah utara kota Kudus, tempat berdakwahnya yang banyak sekaligus tempat dia dimakamkan.

Sunan Gunung Jati yang bernama Syarif Hidayatullah

Sunan Gunung Jati mengembangkan Cirebon sebagai pusat dakwah dan pemerintahannya, yang sesudahnya kemudian menjadi Kasultanan Cirebon.

Anaknya yang bernama Maulana Hasanudin, juga berhasil mengembangkan kekuasaan dan menyebarkan agama Islam di Banten..

Keyword: Nama Nama Wali Songo

Sara Apriana
About Sara Apriana 454 Articles
Lawan dari kaya adalah cukup, bukan miskin. Jadi sebetulnya ketika Allah menciptakan kita, rizki kita cukup, tidak ada yang miskin. Yang menjadikan kita miskin itu perasaan kita yang tidak pernah cukup. "dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberi kecukupan". (QS. An-Najm : 48) ~ Ust. Adi Hidayat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.