Kerajaan Singasari, Sejarah Kemunculannya dan Bukti Sejarahnya

√ 5 Situs Bersejarah sebagai Tanda Masa Kejayaan dari Kerajaan Singasari
netralnews.com

Kerajaan Singasari atau Singosari merupakan sebuah kerajaan bercorak Hindu-Budha yang berada di Jawa Timur. Pendiri dari Kerajaan Singosari adalah Ken Arok di tahun 1222 Masehi. Lokasi keberadaan kerajaan ini diperkirakan terletak di daerah Singasari, Malang sekarang ini.



Kerajaan Singasari


Sebelum menjadi sebuah kerjaan Singasari wilayah kerajaan ini merupakan wilayah Kerajaan Tumapel. Ibukota dari Kerajaan Tumapel adalah Kutaraja. Sebelum direbut oleh Ken Arok, Tumapel pada saat itu dibawah kepemimpinan Akuwu Tunggul Ametung yang beristrikan Ken Dedes. Tumapel waktu itu masih dibawah kekuasaan Kerajaan Kediri.

Barulah setelah muncul Ken Arok, pusat kerajaan ini berpindah ke Malang. Tentunya setelah berhasil mengalahkan Kerajaan Kadiri dan membunuh Tunggul Ametung sebagai Akuwu Tumapel. Tak hanya itu, setelah membunuh Tunggul Ametung, Ken Arok juga memperistri Ken Dedes lalu memboyongnya ke Malang dan mendirikan Kerajaan Singasari.

kerajaan singasari
source image: historia.id (edited)

Kadiri dan Tumapel yang tadinya berupa kerajaan berubah statusnya menjadi kadipaten saat jatuh ke tangan Singosari. Sementara Itu Ken Arok yang mengangkat dirinya sebagai raja pertama Singasari memiliki gelar tersendiri. Gelar yang disematkan kepadanya adalah Prrabu Kertajasa Jayawardhana atau Dhandang Gendhis. Ia memerintah Singosari sejak tahun 1185 Masehi hingga tahun 1222 Masehi.

Bukti Sejarah Berdirinya Singosari

Kedudukan Ken Arok sebagai pendiri kerajaan Singasari tidak tercatat pada prasasti yang dikeluarkan atas namanya saat itu. Namanya baru disebutkan sebagai peletak dasar Kerajaan Singasari pada prasasti yang dikeluarkan oleh cucunya. Sumber epigrafi yang dimaksud adalah prasasti Mula Malurung dan prasasti Maribong oleh Wisnuwardhana cucunya.

Prasasti Mula Malurung dengan tarikh 117 Saka atau 1255 Masehi dikeluarkan oleh Wisnuwardhana atau Ranggawuni. Didalam prasasti tersebut dituliskan bahwa kakek dari Sri Jayawisnuwardhana Sang Mapanji Sminingrat Sri Sakala Kalana Kulama Dhumardhana Kamaleksana adalah ia yang meninggal di tahta kencana.

Sang kakek ditabiskan dan diarcakan sebagai Wisnu pada Sang Hyang Dharma di Kagenengan. Lempengan lain dari prasati ini menyebutkan Ken Arok dengan nama Bhatara Siwa yang meninggal di tahta kencana sebagai pendiri kerajaan yang kini berada dalam kekuasaan Sminingrat. Ia juga sebagai pelindung bagi seluruh Pulau Jawa serta penakluk pulau-pulau lainnya.

Sedangkan pada Prasasti Marobong disebutkan bahwa kakek dari Sminingrat telah berhasil menentramkan serta mempersatukan dunia. Ken Arok sebagai pendiri kerajaan Singasari diberi gelar Sri Rajasa Batara Sang Amurwabhumi.

Raja-raja Kerajaan Singasari

Ken Arok yang merupakan raja pertama Kerajaan Singasari juga merupakan pendiri Dinasti Wangsa Rajasa. Dinasti inilah yang menjadi penguasa Singosari. Terdapat perbedaan urutan raja-raja yang berkuasa di Singosari antara versi Pararato dengan Negarakertagama. Berikut ini perbedaanya:

Rara-raja Singasari versi Pararaton:

1. Ken Arok atau Rajasa Sang Amurwabhumi (1222 – 1247 M)

2. Anusapati (1247 – 1249 M)

3. Tohjoyo (1249 – 1250 M)

4. Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250 – 1272 M)

5. Kertanegara (1272 – 1292 M)

Raja-raja Singosari versi Nagarakertagama:

1. Rangga Rajasa Sang Girinathaputra (1222 – 1227 M)

2. Anusapati (1227 – 1248 M)

3. Wisnuwardhana (1248 – 1254 M)

4. Kertanagara (1254 – 1292 M)

Diantara para raja diatas, hanya Wisnuwardhana dan Kertanagara saja yang tercatat telah menerbitkan prasasti sebagai bukti sejarah kepemerintahan mereka. Dalam prasasti Mula Malurung, Tohjaya disebutkan sebagai raja kerajaan Kediri dan bukan raja Tumapel. Masa kejayaan Kerajaan SIngasari diraih saat masa pemerintahan Kertanagara.

kerajaan singasari
image source: slideshare.net (edited)

Kertanagara sebagai raja terakhir kerajaan Singasari adalah pelopor dari gagasan politik ‘Cakrawala Mandala Dwipantara’. Gagasan politik tersebut adalah gagasan untuk mempersatukan pulau-pulau di luar Jawa agar mengakui atau tunduk terhadap satu kepemimpinan.

Meskipun begitu pemikiran mengenai gagasan politik ini sepertinya sudah tercetus oleh pendahulunya. Seperti yang sudah disebutkan diatas, dalam prasasti Mula Malurung dan Maribong bahwa kakek dari Wisnuwardhana, yakni Ken Arok telah menentramkan dan mempersatukan dunia (Maribong 1264 M). kakeknya adalah pendiri kerajaan yang menjadi satu-satunya payung bagi seluruh pulau Jawa dan telah menaklukkan pulau-pulau yang lain (Mula Malurung 1255 M).

 

 

 

Keyword: Kerajaan Singasari

Sara Apriana
About Sara Apriana 444 Articles
Lawan dari kaya adalah cukup, bukan miskin. Jadi sebetulnya ketika Allah menciptakan kita, rizki kita cukup, tidak ada yang miskin. Yang menjadikan kita miskin itu perasaan kita yang tidak pernah cukup. "dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberi kecukupan". (QS. An-Najm : 48) ~ Ust. Adi Hidayat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.