Kerajaan Perlak | Sejarah Kerajaan Islam Pertama dan Tertua di Indonesia

Kerajaan Perlak | Sejarah Kerajaan Islam Pertama dan Tertua di Indonesia
gellsy.com

 

Kerajaan Islam pertama Indonesia adalah kerajaan Perlak atau Peureulak yang letaknya berdekatan dengan kerajaan Pasai. Dilihat dari namanya, yakni Peureulak, letak kerajaan ini berada di Aceh yang memang merupakan sebuah nama daerah di bagian Aceh Timur. Perlak ada sebelum kerajaan Pasai atau Samudra Pasai.


Kerajaan Islam Pertama Di Indonesia


Banyak yang mengira jika kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah Kerajaan Samudra Pasai. Bahkan banyak referensi pelajaran sejarah di tingkat sekolah yang mengatakan kalau Samudra Pasai merupakan kerajaan Islam yang pertama di Indonesia. Kenyataannya kerajaan Perlak lah yang menjadi kerajaan Islam pertama di Indonesia.

Sama-sama berpusat di Aceh orang sering salah mengira tentang berdirinya kedua kerajaan tersebut. Kerajann Perlak atau Peureulak berdiri telah berdiri sejak tahun 840 Masehi. ini juga menjadi bukti bahwa Islam masuk ke tanah air bukan pada abad ke 13 melainkan jauh sebelum itu.

image source: pegawaijalanan.com

Sedangkan berdirinya kerajaan Samudra Pasai baru beberapa Abad setelahnya, yakni di tahun 1267. Teori yang mengatakan bahwa Islam baru masuk ke tanah air sekitar abad ke 13 bisa dikatakan berhubungan dengan teori yang menyatakan bahwa Samudra Pasai merupakan kerajaan Islam yang pertama di Indonesia.

Pelajaran sejarah yang banyak didoktrin selama ini mengajarkan Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 13 oleh para pedagang Persia yang singgah di Gujarat sebelum masuk ke Indonesia. Selain itu, kerajaan Islam pertama yang berdiri di Indonesia adalah Kesultanan Pasai atau Samudra pasai. Menurut para ahli atau sejarawan hal yang selama ini diajarkan tidak sesuai dengan fakta sejarah.

Kerajaan Peureulak atau Kesultanan Perlak

kerajaan islam pertama indonesia
image source: daerah.sindonews.com

Alaidin Sayyid Maulana Abdul Aziz Syah adalah raja pertama dari Kerajaan Perlak, akan tetapi masa pemerintahannya tidak diketahui. Sultan Alaidin Sayyid Maulana Abdul Aziz Syah merupakan putera dari pasangan Ali bin Muhammad bin Ja’far Shadiq dengan Makhdum Tansyuri. Ayahnya adalah seorang pendatang yang beragama Islam sedangkan ibunya merupakan adik dari Syahir Nuwi, pemimpin perlak sebelum masuknya Islam.

Semenjak kerajaan Perlak dipimpin oleh Sultan Alaidin Sayyid Maulana Abdul Aziz Syah, bandar perlak berganti nama menjadi bandar Khalifah. Sistem pemerintahannya saat itu adalah sistem khilafah atau kesultanan Islam seperti halnya kesultanan-kesultanan Islam di berbagai Negeri. Tak heran jika hingga saat ini Aceh masih menjalankan hukum-hukum syariah Islam yang merupakan peninggalan Kerajaan Islam jaman dulu.

Saat itu Islam mudah diterima karena tidak memungut pajak kepada rakyatnya dan juga tidak ada pengotak-kotakan golongan kasta. Meskipun begitu, Kesultanan Peureulak sempat terpecah menjadi dua. Salah satu pusat pemerintahannya berada di pedalaman Tonang dan satunya lagi berpusat di daerah pesisir, tepatnya di Bandar Khalifah.

image source: pegawaijalanan.com

Pada masa kejayaannya Kesultanan Perlak berkembang pesat. hasil alam serta posisinya yang strategis membuat kerajaan ini menjadi pelabuhan niaga di abad ke 8. Banyak kapal-kapal asing yang singgah di wilayah Kesultanan Perlak, diantaranya kapal-kapal pedagang dari Arab dan Persia. Hal ini juga yang membuat Islam semakin berkembang di wilayah ini karena adanya perkawinan campuran antara saudagar Muslim dengan wanita setempat.

Awal Keruntuhan

Perpecahan tersebut mengakibatkan awal dari keruntuhan Kesultanan Perlak. Wilayah kekuasaan yang menjadi kecil menjadikannya tak bisa lagi disebut sebagai sebuah kerajaan. Perjalanan sejarah Kerajaan Perlak diwarnai dengan berbagai peperangan, seperti kebanyakan kerajaan pada umumnya. Kerajaan ini bahkan sempat berperang dengan Kerajaan Sriwijaya.

Sempat bertahan hingga tahun 1296, raja terakhir kerajaan Perlak adalah Sultan Muhammad Amir Syah. Beliau menikahkan puterinya dengan Marah SIlu atau Sultan Malik Shaleh yang kemudian mendirikan Kesultanan Pasai atau Samudra pasai. Perlak dan Pasai bersatu setelah wafatnya raja perlak terakhir.

 


Keyword: Kerajaan Islam Pertama dan Tertua di Indonesia
Sara Apriana
About Sara Apriana 486 Articles
Lawan dari kaya adalah cukup, bukan miskin. Jadi sebetulnya ketika Allah menciptakan kita, rizki kita cukup, tidak ada yang miskin. Yang menjadikan kita miskin itu perasaan kita yang tidak pernah cukup. "dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberi kecukupan". (QS. An-Najm : 48) ~ Ust. Adi Hidayat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.