Kerajaan Banten, Sejarah Kerajaan Muslim di Tanah Pasundan

√ 5 Raja Paling Berpengaruh pada Masa Kejayaan Kerajaan Banten
merdeka.com

Kerajaan Banten disebut juga sebagai Kesultanan Banten dan merupakan sebuah kerajaan Islam yang pernah berdiri di tanah Pasundan, Provinsi Banten. Raja yang pertama kali Memerintah adalah Sultan Syarif Hidayatullah yang juga dikenal sebagai Sunan Gunung Jati.


Kerajaan Banten


photo source: beritagar.id

Sebelumnya Kesultanan Banten merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Kerajaan Padjajaran. Pada tahun 1524, wilayah ini berhasil dikuasai oleh Kerajaan Demak yang merupakan kerajaan Islam pertama di Tanah Jawa. Saat itu Kerajaan Demak berada dibawah pimpinan Syarif Hidayatullah.

Saat itu di Demak terjadi perebutan kekuasaan. Banten Melepaskan diri dengan Syarif Hidayatullah sebagai penguasa pertama dan tumbuh menjadi kerajaan besar. Setelah kepemimpinan Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, Banten diserahkan kepada Sultan Hasanudin. Dimana ia merupakan putra dari Sultan Syarif Hidayatullah.

photo source: metaonline.id

Meskipun Syarif Hidayatullah merupakan penguasa atau raja pertama Kesultanan Banten, namun Sultan Hasanudin lah yang dianggap sebagai peletak dasar Kesultanan Banten. Daerah Banten merupakan penghasil rempah-rempah terutama lada yang menjadi perdagangan utama bangsa Eropa menuju Asia. Berkat hal itu kesultanan Banten cepat berkembang menjadi Kerajaan besar di Pulau jawa.

Masa Kejayaan

Kerajaan Banten mencapai puncak kejayannya pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa. Saat itu ia berhasil memajukan wilayah perdagangan. Wilayah perdagangan Banten meluas hinga ke bagian selatan Pulau Sumatera dan sebagian wilayah Pulau Kalimantan. Keberadaan Kerajaan Banten kala itu mengancam VOC atau serikat dagang yang dibuat oleh Kolonial Belanda di Kepulauan Nusantara.

Salah satu raja yang gigih menentang pendudukan VOC di tanah Indonesia adalah Sultan Ageng Tirtayasa. Berkatnya, kekuatan politik dan angkatan perang Banten maju sangat pesat. Sayangnya kala itu VOC memiliki siasat licik yaitu dengan jalan politik adu domba.

photo source: soloposfm.com

Adanya politik adu domba terhadap Sultan Ageng Tirtayasa dan putranya, yakni Sultan Haji menyebabkan kegoyahan di tubuh kerajaan. Akhirnya Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap dan dipenjarakan di Batavia hingga wafatnya di tahun 1629 Masehi.

Sebagai kerajaan Islam yang besar tentu berbagai ajaran Islam mempengaruhi sebagian besar kehidupan dan tatanan Kerajaan Banten. Meskipun begitu, masyarakat Banten yang mayoritas Muslim sangat bertoleransi terhadap keberadaan pemeluk agama lain. Terbukti ddengan dibangunnya sebuah klenteng di Pelabuhan Banten pada tahun 1673 Masehi.

Silsilah Para Sultan yang Memerintah Di Kesultanan Banten

Penguasa pertama yakni Syarif Hidayatullah yang juga dikenal ddengan SUnan Gunung Jati merupakan penguasa pertama Kesultanan Banten yang menasbihkan dirinya sebagai seorang Sultan atau Raja. Berikut ini daftar silsilah sultan-sultan yang pernah memerintah kerajaan Banten.

1. Syarif Hidayatullah Susuhunan Gunung Jati

2. Maulana Hasanuddin Panembahan Surosowan [1552 – 1570 M]

3. Maulana Yusuf Panembahan Pakalangan Gede [1570 – 1580 M]

4. Pangeran Ratu Ing Banten Maulana Muhammad [1525 – 1552 M]

5. S Abul Mafachir Mahmud Abdul Kadir Kenari [1580 – 1596 M]

6. S Abul Ma’ali Ahmad [1596 – 1651 M]

7. Sultan Ageng Tirtayasa atau Abul Fath Abdul Fattah [1651 – 1672 M]

8. Sultan Abun Nasr Abdul Kahhar atau Sultan Haji [1672 – 1687 M]

9. S. Abdulfadhl [1687 – 1690 M]

10. S. Abul Mahasin Zainul Abidin [1690 – 1733 M]

11. Muhammad Syifa Zainul Arifin [1733 – 1750 M]

12. Syarifuddin Ratu Wakil [1750 – 1752 M]

13. Muhammad Wasi Zainul Alimin [1752 – 1753 M]

14. Sltn. Muh. Arif Zainul Asyikin [1753 – 1773 M]

15. Abul Mafakih Muhammad Aliyuddin [1773 – 1799 M]

16. Muhyiddin Zainussholihin [1799 – 1801 M]

17. Sultn. Muh. Ishaq Zainul Muttaqin [1801 – 1802 M]

18. Sultaan Wakil Pangeran Natawijaya [1802 – 1803 M]

19. Sultaan agilludin (Aliyuddin II) [1803 – 1808 M]

20. Sul. Wakil Pangeran Suramanggala [1808 – 1809 M]

21. SM (Sultan Muhammad) Syafiuddin [1809 – 1813 M]

22. Sul. Muhammad Rafi’uddin [1813 – 1820 M]


Keyword: Kerajaan Banten
Sara Apriana
About Sara Apriana 455 Articles
Lawan dari kaya adalah cukup, bukan miskin. Jadi sebetulnya ketika Allah menciptakan kita, rizki kita cukup, tidak ada yang miskin. Yang menjadikan kita miskin itu perasaan kita yang tidak pernah cukup. "dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberi kecukupan". (QS. An-Najm : 48) ~ Ust. Adi Hidayat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.