Biografi Soeharto, Sang Bapak Pembangunan Nasional

Biografi Soeharto, Sang Bapak Pembangunan Nasional
uniqpost.com

Biografi Soeharto – Presiden kedua Indonesia Soeharto adalah pemimpin dengan masa jabatan terlama dengan masa bakti terhitung sejak tahun 1966-1998 (32 tahun). Di kancah politik internasional Soeharto dijuluki “The Smiling General” karena raut muka beliau yang terbiasa tersenyum.

Soeharto lahir di Kemusuk, Yogyakarta pada tanggal 8 Juni 1921 dan wafat di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2008. Beliau dilahirkan dari keluarga kecil di Desa Agromulyo, Sedayu, Bantul. Ibunya bernama Sukirah dan Ayahnya bernama Kertosudiro.

Sayangnya kedua orang tua Soeharto memutuskan bercerai saat ia belum genap berusia 40 hari. Sehingga Soeharto bayi diurus oleh bibinya, kakak perempuan dari Kertosudiro.


Biografi Singkat Soeharto


seword.com

Saat masuk bangku Sekolah Dasar dilalui Soeharto dengan berpindah-pindah sekolah. Semula ia disekolahkan di SD Puluhan Godean, lalu pindah ke SD Pedes karena keinginan Ibunya, Sukirah. Namun dipindahkan kembali oleh Pak Kertosudiro ke Wuryantoro.

Singkat cerita Soeharto diterima di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Tengah pada 1 Juni 1940 sebagai murid teladan. Ia menamatkan sekolahnya setelah enam bulan menjalani latihan dasar, sebagai lulusan terbaik dan menerima pangkat sebagai Kopral.

Karir militer Soeharto dimulai pada tahun 1942 saat ia bergabung menjadi prajurit tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) dengan pangkat Sersan. Saat Jepang mengambil alih kekuasaan Soeharto aktif bergabung menjadi prajurit PETA (Pembela Tanah Air).

Di sela meniti perjalanan panjang dalam karir militernya, pada usia 26 tahun Pak Harto (begitu beliau akrab disapa) meminang Raden Ayu Siti Hartinah yang lebih dikenal dengan panggilan Bu Tin. Beliau adalah putri dari KRMT Soemoharyono seorang pegawai Mangkunegaran.

Pernikahan keduanya berlangsung di Solo pada tanggal 26 Desember 1947, dimana saat itu Soeharto masih berpangkat sebagai Letkol. Dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai enam anak, terdiri dari 3 putra dan 3 putri.

Beberapa pertempuran yang berhasil dimenangkan Pak Harto diantaranya merebut kembali Yogyakarta dari kekuasaan Belanda pada tahun 1949. Selain itu beliau juga memimpin pasukan di Brigade Garuda Mataram untuk menumpas pemberontakan Abdul Aziz di Sulawesi.

Setelah berjuang menghadapi perang mempertahankan kemerdekaan, pada tahun 1953 Soeharto diangkat menjadi Kepala Staf Panglima Tentara dan Teritorium IV Diponegoro di Semarang. Kemudian tepat pada tanggal 1 Januari 1957 beliau naik pangkat menjadi Kolonel.

Kisah Soeharto dan PKI

Biografi Soeharto
liputan6.com

Jenderal Besar H.M. Soeharto telah melalui perjalanan yang panjang dalam menapaki karirnya baik di bidang militer maupun politik.

Bisa dibilang Soeharto sudah kenyang melalui berbagai pertempuran besar demi mempertahankan keutuhan NKRI. Salah satu pertempuran terbesar Soeharto adalah keterlibatannya dalam mengusir pasukan PKI (Partai Komunis Indonesia) pasca kemerdekaan.

Setelah perjuangan panjang melakukan “Operasi Jayawijaya” untuk membebaskan Irian Barat dari tangan Belanda (1961-1963). Soeharto harus menghadapi pertempuran dengan bangsanya sendiri yang beraliran komunis.

Saat puncak peristiwa PKI terjadi, Soeharto berpangkat yang Mayor Jenderal mengambil ahli pimpinan Angkarat Darat yang terpecah belah. Pada tanggal 3 Oktober 1965 beliau diangkat menjadi Pangkopkamtib oleh Presiden Soekarno untuk menuntaskan pembersihan oknum-oknum PKI yang tersisa.

Setelah kejadian penculikan tujuh jenderal AD tanggal 30 September 1965 dini hari, dalam waktu tidak sampai 24 jam TNI AD segera mengambil tindakan pengejaran besar-bersaran terhadap PKI. Di bawah kendali Panglima Kostrad, Mayjen Soeharto perburuan para pelaku G30S dilakukan dengan sangat cepat.

Para tokoh dan pimpinan PKI diburu dan ditangkap. Pimpinan PKI D.N. Aidit dan Sam Kamaruzzaman yang sempat melarikan diri ke Jawa Tengah berhasil ditangkap dan dibunuh. Para tokoh PKI lainnya sebagian diadili di Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub) dan dijatuhi hukuman mati.

Setelah kejadian tersebut kondisi politik semakin memburuk karena Presiden Soekarno dicurigai memiliki kedekatan hubungan dengan PKI. Bulan Maret 1966, Jenderal Soeharto menerima Surat Perintah 11 Maret dari Presiden Soekarno.

Sejarah mencatat surat tersebut sekaligus sebagai penanda peralihan kekuasaan dari ke Soekarno kepada Soeharto. Isi dari surat tersebut agar Soeharto mengembalikan keamanan dan ketertiban serta mengamankan ajaran-ajaran Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno.

Setahun kemudian bulan Maret 1967 diadakan Sidang Istimewa MPRS dihasilkan keputusan menunjuk Soeharto sebagai Presiden RI kedua. Seperti yang kita ketahui Pak Harto menjabat lebih dari tiga dasawarsa hingga beliau dipaksa turun tahta dan mengundurkan diri pada 21 Mei 1998.

Keyword : Biografi Soeharto

Sara Apriana
About Sara Apriana 455 Articles
Lawan dari kaya adalah cukup, bukan miskin. Jadi sebetulnya ketika Allah menciptakan kita, rizki kita cukup, tidak ada yang miskin. Yang menjadikan kita miskin itu perasaan kita yang tidak pernah cukup. "dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberi kecukupan". (QS. An-Najm : 48) ~ Ust. Adi Hidayat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.