Pengertian Toleransi Secara Umum dan Maknanya di Kehidupan Sosial

Pengertian Toleransi Secara Umum dan Maknanya di Kehidupan Sosial
radioidola.com

Pengertian toleransi secara bahasa adalah sabar dan menahan diri. Kata toleransi sendiri berasal dari bahasa Latin, yakni tolerare. Toleransi juga bisa diartikan sebagai suatu sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok maupun antarindividu di dalam bermasyarakat atau dalam lingkup lainnya. Bertoleransi dapat menghindari terjadinya diskriminasi meskipun banyak perbedaan dalam masyarakat.


Pengertian Toleransi



Lawan dari toleransi adalah intoleransi atau sikap yang menunjukkan tidak toleran. Kata intoleransi berasal dari prefiks in yang berarti tidak atau bukan dan juga kata dasar toleransi yang berarti sikap toleran.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa intoleran berarti sikap tidak toleran. Bisa juga berarti tidak tahu batas ukur untuk penambahan maupun pengurangan yang masih diperbolehkan. Bisa juga diartikan tidak menerima penyimpangan yang masih dapat diterima dalam pengukuran kerja.

ilovelife.co.id

Pengertian toleransi sering diartikan sebagai sifat atau sikap tenggang (menghargai, membiarkan, memperbolehkan) akan pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendiriannya.

Bersikap toleran diharapkan dapat menciptakan kedamaian di muka bumi termasuk juga di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurut Michael Wazler, toleransi adalah keniscayaan terhadap ruang publik dan individu karena tujuan dari toleransi adalah membangun kehidupan damai diantara berbagai kelompok masyarakat. Selain itu juga menghargai berbagai perbedaan latar belakang sejarah, kebudayaan, serta identitas.

Apalagi Indonesia merupakan negara kesatuan yang terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, budaya, agama, dan perbedaan-perbedaan lainnya. Untuk itu sangat penting bagi masyarakat Indonesia agar memegang teguh sikap toleransi agar Indonesia tetap damai bersatu.

Toleransi Menurut Tokoh Masyarakat

nasional.tempo.co

Berbicara mengenai toleransi di Indonesia, Buya Ahmad Syafi’i Ma’arif terkenal sebagai salah satu tokoh masyarakat yang menggalakkan toleransi di Indonesia. Menurutnya, sikap toleransi itu penting adanya bagi kelangsungan persatuan dan kesatuan Indonesia. Pasalnya negara ini sangat majemuk dalam berbagai hal.

Di dalam bukunya, yakni Islam dan Pilitik, Teori Belah Bambu, Masa Demokrasi Terpimpin (1996) dengan mengacu pada Piagam Madinah ia mengatakan, “Sebuah bangsa dapat mengalami kehancuran bila toleransi sosial, agama, dan budayanya tidak mantap.

Inspektorat Jendral Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bersama dengan Ma’arif Institute telah melakukan studi kajian serta menyusun program bersama akan bimbingan dan pelatihan . hal tersebut tentu yang berkaitan dengan peran pengawas internal dalam penguatan ideologi Pancasila pada lingkungan pendidikan.

Khususnya bagi satuan pendidikan atau sekolah dalam rangka menjaga toleransi serta keberagaman di Indonesia. Program ini telah dirasakan manfaatnya. Diharapkan program ini dapat terus berjalan dan bermanfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menanamkan Sikap Toleransi Sejak Dini

rappler.com

Penting untuk menanamkan sikap toleransi kepada anak-anak sejak dini. Anak usia dini merupakan manusia dengan predikat ‘Golden Age’. Dimana pada masa-masa ini apapun yang kita ajarkan akan diserap dan berlaku jangka panjang.

Pendidikan apa saja dapat diberikan oleh orang tua maupun pendidik kepada anak-anak. Dimana hal itu nantinya akan ikut membentuk karakter serta kepribadian sang anak. Sekolah PAUD bisa mulai mengajarkan anak tentang arti pentingnya toleransi.
Bentuk pengajarannya dapat berupa:

1. Anak dikenalkan pada lima agama yang diakui di Indonesia beserta tempat ibadahnya.

2. Anak diajarkan untuk selalu berbuat baik dan menghormati orang lain termasuk kepada orang yang berbeda keyakinan dengannya.

3. Anak-anak diajarkan untuk menyapa teman, saudara, tetangga apabila bertemu. Dimana saja termasuk pada orang yang berbeda ras, suku, dan agama.

4. Anak-anak dibiasakan untuk senang tolong menolong serta bermain bersama teman termasuk yang berbeda suku dan agama.

 

Keyword: Pengertian Toleransi

Sara Apriana
About Sara Apriana 444 Articles
Lawan dari kaya adalah cukup, bukan miskin. Jadi sebetulnya ketika Allah menciptakan kita, rizki kita cukup, tidak ada yang miskin. Yang menjadikan kita miskin itu perasaan kita yang tidak pernah cukup. "dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberi kecukupan". (QS. An-Najm : 48) ~ Ust. Adi Hidayat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.