Pengertian Nilai dan Kaitannya dengan Makna Kehidupan Sehari-Hari

Pengertian Nilai dan Kaitannya dengan Makna Kehidupan Sehari-Hari
rawlinstimes.com

Setiap orang sudah pasti memiliki banyak kegiatan dan aktivitas setiap harinya. Semua itu dilakukan untuk mencapai sesuatu yang diharapkan.

Kegiatan maupun aktivitas yang mereka lakukan semata-mata untuk meraih tujuannya, entah itu kegiatan baik ataupun kegiatan buruk.

Bagi mereka semua kegiatan dilakuan yang terpenting mempunyai nilai baik untuk diri sendiri mupun orang lain.

Ketika melakukan kegiatan atau tindakan seseorang memerlukan acuan dan tolak ukur untuk mengukur setiap kegiatannya. Tolak ukur tersebut biasanya berupa norma dan nilai, dimana norma dan nilai ini saling berhubungan.

Dalam pengertian nilai terdapat norma dan aturan yang berungsi sengai pedoman untuk menentukan baik buruknya suatu kegiatan yang akan dilakukan seseorang.

Setiap manusia selalu berhubungan dengan yang namanya nilai, contohnya saja saat kita mengatakan bunga itu cantik. Maka secara tidak langsung kita telah melakukan penilaian terhadap sesuatu, nilainya adalah indah.


Pengertian Nilai Secara Umum


pojokbisnis.com

Pengertian nilai memang sangat berhubungan dengan kehidupan sehari-hari kita, tapi meskipun demikian banyak yang belum mengtahui makna dari kata nilai itu sendiri.

Apa itu nilai? Kata nilai diartikan dalam Bahasa Inggris disebut ‘value, dalam Bahasa Latin disebut ‘valere’, dan secara bahasa diartikan sebagai ‘harga’.

Secara umum, nilai adalah konsep yang merujuk pada hal-hal yang dianggap berharga dalam kehidupan manusia, yaitu tentang apa yang dianggap baik, layak, pantas, benar, penting, indah, dan dikehendaki oleh masyarakat dalam kehidupannya.

Sebaliknya, hal-hal yang dianggap tidak pantas, buruk, salah dan tidak indah dianggap sebagai sesuatu yang tidak bernilai. Sesuatu dikatakan mempunyai nilai, apabila mempunyai kegunaan, kebenaran, kebaikan dan keindahan.

Contohnya uang dianggap mempunyai nilai karena bermanfaat, berguna serta berharga. Sedangkan sampah dianggap tidak bernilai karena sifatnya buruk, jelek, dan merugikan.


Pengertian Nilai Menurut Pendapat Ahli


dosensosiologi.com

Menurut para ahli ada dua pendapat mengenai pengertian nilai yaitu pendapat objektif dan subjektif. Berdasarkan aliran idealisme, setiap nilai dianggap objektif jika ada pada setiap sesuatu.

Segala sesuatu yang terdapat di muka bumi ini tentunya memiliki nilai tersendiri. Maka dari itu, apapun yang ada di dunia memiliki nilai dan sangat bermanfaat bagi manusia.

Tetapi meskipun demikian banyak manusia belum menyadari bahwa setiap yang diciptakan mempunyai nilai begitu besar.

Ada juga yang berpendapat bahwa nilai suatu objek terletak pada objek yang menilainya. Contohnya saja udara menjadi sangat bernilai daripada uang untuk bernafas. Pendapat tersebut disebut dengan pendapat nilai subjektif .

Selain pendapat di atas ada pendapat lain yang menyatakan bahwa adanya pengertian nilai ditentukan oleh subjek yang menilai dan objek yang dinilai. Sebelum ada subjek yang menilai maka barang atau objek itu tidak bernilai.

ilmudasar.com

Inilah ajaran yang berusaha menggabungkan antara aliran subjektivisme dan objektivisme. Dengan begitu, maka nilai adalah konsep umum tentang sesuatu yang dianggap baik dimana keberadaannya dicita-citakan, diinginkan, dihayati, dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari hari.

Nilai menjadi tujuan kehidupan bersama di dalam kelompok masyarakat, mulai dari kesatuan sosial terkecil hingga yang terbesar, mulai dari lingkup suku, bangsa, hingga masyarakat internasional.

Nilai adalah suatu bentuk penghargaan serta keadaan yang bermanfaat bagi manusia sebagai penentu dan acuan dalam menilai dan melakukan suatu tindakan.

Dengan mengacu kepada sebuah nilai, seseorang dapat menentukan bagaimana ia harus berbuat dan bertingkah laku yang baik sehingga tidak menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Nilai merupakan sesuatu yang sangat berharga jika orang memahami maknanya.

Keyword: Pengertian Nilai

Sara Apriana
About Sara Apriana 486 Articles
Lawan dari kaya adalah cukup, bukan miskin. Jadi sebetulnya ketika Allah menciptakan kita, rizki kita cukup, tidak ada yang miskin. Yang menjadikan kita miskin itu perasaan kita yang tidak pernah cukup. "dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberi kecukupan". (QS. An-Najm : 48) ~ Ust. Adi Hidayat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.