Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Mata Pelajaran

√ Pendidikan Kewarganegaraan | Pengertian, Tujuan, dan Implementasinya
tintapendidikanindonesia.com

Pendidikan Kewarganegaraan – Pendidikan Kewarganegaraan sering disebut sebagai pelajaran PKN di sekolah-sekolah. Mata pelajaran pkn sudah ada dari jaman dahulu.

Nama dari pkn sebagai mata pelajaran pun sempat mengalami beberapa kali perubahan.


Pendidikan Kewarganegaraan


Nama dari mata pelajaran ini pun telah mengalami banyak perubahan dari masa ke masa. Mulai dari kewarganegaraan, civics, kewarganegaraan, pendidikan kewarganegaraan negara (PKN), Pendidikan Moral Pancasila (PMP), pendidikan pancasila dan kewarganegaraan (PPKn), pendidikan kewarganegaraan (PKn). Meskipun namanya berubah-ubah, tapi secara garis besar isinya tetap sama.

Perubahan Nama Mata Pelajaran Kewarganegaraan

Isi dari mata pelajaran kewarganegaraaan berkutat seputar pilar negara Indonesia (pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, dan NKRI). Tak hanya seputar pilar negara, pkn juga membahas sejarah singkat berdirinya Indonesia, identitas nasional Indonesia, wawasan nusantara, dan komponen negara Indonesia.

youtube.com

Pertama kali pelajaran kewarganegaraan muncul di tahun 1956 dengan nama kerwaganegaraan yang kemudian berubah menjadi civics di tahun 1959.

Nama kewarganegaraan kembali dipakai di tahun 1962 dan dirubah kembali menjadi PKN di tahun 1968 sseiring berubahnya kurikulum di Indonesia.

Pendidikan kewargaan negara lebih menitikberatkan kepada geografi Indonesia dan sejarah konstitusi. Kemudian pada kurikulum tahun 1975 nama pelajaran ini kembali mengalami perubahan nama, menjadi Pendidikan Moral Pancasila atau PMP.

PMP lebih menitikberatkan pembahasan materi pancasila yang merujuk pada pedoman penghayatan serta pengamalan pancasila (P4).

harakatuna.com

Penggunaan nama PMP berjalan cukup lama, yakni sekitar 19 tahun hingga tahun 1994. Bisa dibilang nama PMP melewati dua generasi. Generassi orang tua yang kemudian dipakai oleh anaknya.

Saat kurikulum 1994 dipakai, nama PMP berganti menjadi PPKN atau Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Fokusnya pada bituir-butir atau sila pancasila dalam berkehidupan.

Nama PPKn bertahan selama sembilan tahun sampai akhirnya berganti lagi menjadi Pendidikan Kewarganegaraan atau Kewarganegaraan.

Dipakainya nama ini setelah keluar UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003. Hingga saat ini mata pelajaran ini masih bernama pendidikan kewarganegaraan.

Isi atau Materi dari Pendidikan Kewarganegaraan

Pilar negara yang paling banyak dibahas dalam pkn adalah mengenai pancasila. Hal-hal yang berkaitan dengan Pancasila dalam PKn, antara lain dasar-dasar pendidikan pancasila, pancasila sebagai sistem filsafat, pancasila sebagai sistem etika, pancasila sebagai ideologi negara, sera asas-asas yang terkandung dalam pancasila.

Pancasila sebagai ideologi dan dasar hukum negara memang hanya memiliki lima sila, akan tetapi makna dari tiap-tiap sila sangat luas cakupannya. Di dalam setiap sila terkandung makna yang dapat menjadi pedoman hidup bernegara masyarakat Indonesia.

Semua aspek kehidupan manusia sebagai warga negara yang baik tertuang dalam sila pancassila. Kita diajarkan untuk bersikap tenggang rasa antaragama sebagai mahluk Tuhan yang Esa. Bagaimana bersikap sebagai manusia yang beragama di dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu kita juga diajarkan untuk saling menghormati dan menghargai sesama manusia dan bisa menempatkan diri sebagai makhluk hidup berakal di muka bumi. Bergotong royong antar umat manusia. Tidak menyakiti makhluk hidup lain, dan sebagainya.

Tak hanya itu, pancasila juga mengajarkan kita untuk tetap bersatu agar menjadi negara kesatuan yang utuh. Bagaimana menempatkan diri sebagai warga dunia dan saling menjaga hubungan baik dengan negara lain.

Pancasila juga mengajarkan kita bagaimana untuk bermufakat dan bermusyawarah di setiap pilihan hidup. Tak lupa juga bersikap adil dengan cara menghargai setiap hak dan kewajiban manusia.

bmi.bund.de

Sementara wawasan nusantara berkaitan dengan penjelasan seputar pengetahuan tentang tanah air Indonesia, mulai dari geografi Indonesia dan sebagainya.

Sedangkan komponen negara mencakup negara dan warga negara serta konsep negara beserta hak dan kewajiban warga negara.

Keyword: pendidikan kewarganegaraan

Sara Apriana
About Sara Apriana 444 Articles
Lawan dari kaya adalah cukup, bukan miskin. Jadi sebetulnya ketika Allah menciptakan kita, rizki kita cukup, tidak ada yang miskin. Yang menjadikan kita miskin itu perasaan kita yang tidak pernah cukup. "dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberi kecukupan". (QS. An-Najm : 48) ~ Ust. Adi Hidayat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.