Kata Serapan | Kosakata Bahasa Indonesia Serapan dari Bahasa Lain

Kata Serapan dari Berbagai Negara serta Contohnya
liputan6.com

Kata serapan merupakan kosakata dalam Bahasa Indonesia yang diserap atau asal katanya berasal dari kosakata bahasa asing. Bisa juga dikatakan sebagai kata saduran atau kata pungutan, dimana asal katanya merupakan bahasa asing.

Dalam kosakata Bahasa Indonesia dikenal istilah kata serapan. Lalu apa itu kata serapan? Seperti namanya, kata serapan ialah kosakata yang berasal dari bahasa lain bisa bahasa asing (luar negeri) maupun bahasa daerah. Kemudian ejaan, ucapan, serta tulisannya disesuaikan dengan penuturan masyarakat Indonesia dengan tujuan memperkaya kosakata.


Kata Serapan


Kata-kata serapan yang termasuk dalam kosakata Bahasa Indonesia umumnya berasal dari bahasa Sansekerta atau Hindi, Tionghoa, Arab dan Persia, Portugis, Belanda, serta Jepang. Hal ini dkarenakan telah adanya hubungan antara nenek moyang kita dengan penutur bahasa asing.

Tak heran bila ada kosakata Bahasa Indonesia yang mirip-mirip dengan beberapa bahasa tersebut karena memang diserap dari penutur mereka. Adapula kata-kata dalam bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa deaerah, terutama dari bahasa Jawa, Sunda, dan Bali.

Diantara bahasa-bahasa asing, ada beberapa bahasa yang tidak lagi menjadi sumber serapan kata baru, yakni bahasa Sansekerta atau Tamil, Parsi, Hindi serta bahasa Portugis. Kini kedudukan mereka telah bergeser dan tergantikan oleh bahasa Inggris yang lebih luas penggunaannya.

Bahasa Inggris sebagai bahasa dunia memang menjadi umum digunakan. Sehingga banyak kosakata Inggris yang bahkan bukan merupakan kata serapan pun telah dipahami dan dianggap sebagai bagian dari kosakata Bahasa Indonesia. Meski begitu bukan berarti hanya bahasa Inggris saja yang menjadi rujukan penyerapan Bahasa Indonesia di masa yang akan datang.

Bahasa Asing dan Bidang Serapannya

kata serapan
photo source: mojok.id
(edited by seiji)

Penyerapan kata dari Bahasa Cina umumnya terdapat dalam istilah-istilah di bidang pariboga. Tak hanya Cina, Bahasa Jepang juga diserap menjadi kosakata Indonseia dalam bidang yang sama dengan bahasa Cina. Sebut saja kata-kata seperti siomai, kwetiau, dan capcai.

Pada bidang agama terutama agama Islam, istilah-istilah dari Bahasa Arab lah yang banyak di serap menjadi sebuah kosakata dalam bahasa Indonesia. Misalnya saja kata kurban, hidayah, hakikat, dan sebagainya. Tak hanya dalam bidang agama, beberapa kosakata bahasa Arab pun juga menjadi kata serapan yang penggunaannya lebih umum, misalnya saja sejarah yang asal katanya berasal dari bahasa Arab ‘sajaratun’ yang berarti pohon.

Sementara kosakata serapan yang berasal dari Bahasa Inggris untuk kosakata bahasa Indonesia umumnya terjadi pada zaman kemerdekaan Indonesia dan setelahnya. Meskipun begitu adapula kata-kata dari Bahasa Inggris yang sudah dikenal, diserap, dam telah disesuaikan pelafalannya ke dalam bahasa Melayu sejak zaman Belanda.

Pada saat itu Inggris juga berkoloni di Indonesia di saat masa kolonialisme Belanda. Beberapa kata yang diserap oleh orang Melayu kala itu, diantaranya badminton, kiper, dan gol. Sehubungan dengan tumpang tindihnya Bahasa Belanda dengan Inggris kadang kita tidak sadar kalau kosakata serapan tersebut berasal dari Belanda dan bukan dari Bahasa Inggris.

Penulisan Kata Serapan

Berdasarkan taraf integrasinya, kata serapan dalam kosakata Bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni:

Pertama, unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia. Contoh katanya, diantaranya ada de facto, de jure, dan sejenisnya. Dimana unsur-unsur tersebut dipakai dalam konteks bahasa Indonesia, tapi cara pengucapan serta penulisannya masih sama dengan kata asalnya.

Kedua, unsur asing yang pengucapan dan penulisannya telah disesuaikan dengan Bahasa Indonesia. Pada bagian ini penyerapan diusahakan agar ejaan atau penulisannya diubah seperlunya seperti pengucapan dalam bahasa Indonesia.

Bentuk kosakata serapan yang seperti itu masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya, tapi sudah sesuai dengan pelafalan orang Indonesia. Misalnya saja aqiqah yang menjadi akikah, echelon yang menjadi eselon, photo yang menjadi foto, dan sebagainya.

Keyword: Kata Serapan

Sara Apriana
About Sara Apriana 444 Articles
Lawan dari kaya adalah cukup, bukan miskin. Jadi sebetulnya ketika Allah menciptakan kita, rizki kita cukup, tidak ada yang miskin. Yang menjadikan kita miskin itu perasaan kita yang tidak pernah cukup. "dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberi kecukupan". (QS. An-Najm : 48) ~ Ust. Adi Hidayat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.