Pengertian Kalimat Perintah, Ciri-Ciri, Jenis-Jenis, Beserta Contohnya

Pengertian Kalimat Perintah, Ciri-Ciri, Jenis-Jenis, Beserta Contohnya
kalimat.id

Ciyee belajar nih? Iya dong meskipun setiap hari menggunakan Bahasa Indonesia, kita harus tetap mempelajari Bahasa Indonesia yang baik dan benar loh. Jangan sampai berani ngaku orang Indonesia tapi masih belum tau apa itu kalimat perintah.

Nah! Kali ini kita akan me-refresh kembali mengenai Bahasa Indonesia yang pernah kita pelajari di bangku sekolah.


Penjelasan Tentang Kalimat Perintah


Kalimat Perintah
kitapunya.net

Tau nggak sih apa itu kalimat perintah? Pasti kita sudah paham dan sering menggunakan kalimat tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kebanyakan kita masih sering mengalami kesulitan jika diminta menjelaskan pengertian, ciri-ciri, dan jenis kalimat ini.

Oleh karena itu, langsung aja yuk kita pelajari lebih lengkap mulai dari pengertian hingga contoh penggunaannya.

Pengertian

Merupakan kalimat yang mengandung makna meminta/memerintah seseorang untuk melakukan sesuatu. Umumnya diartikan sebagai kalimat yang isinya meminta/memerintah orang lain untuk melakukan sesuatu yang kita hendaki.

Ciri-ciri

Supaya kamu lebih memahami bentuk kalimat perintah sehingga mampu membedakannya dengan bentuk kalimat yang lainnya, mari kita pelajari ciri-cirinya:

  • Jika diucapkan atau dilisankan berintonasi naik dan awal dan berorientasi naik di awal dan berintonasi rendah di akhir.
  • Berpola kalimat inversi (PS).
  • Menggunakan tanda seru (!) dalam bahasa tulis.
  • Menggunakan partikel –lah atau –kan
  • Kata yang berintonasi naik biasanya kata dasar.

Jenis-jenis Kalimat Perintah

dictio.id

Selain memiliki ciri-ciri tertentu, Kalimat Perintah juga terdiri dari beberapa macam jenis. Berikut ini di antaranya:

1. Biasa

Aalah kalimat yang isinya secara langsung menyuruh atau meminta seseorang untuk melakukan sesuatu. Kalimat perintah jenis ini biasanya ditandai dengan adanya kata kerja yang diimbuhi dengan akhiran –lah atau –kan.

Contoh:

  • Pergilah dari sini!
  • Ambilkan Ayah pulpen!
  • Bukalah pintunya!
  • Buanglah sampah itu ke tong sampah!
  • Jelaskan padaku semuanya!

2. Larangan

Kalimat perintah jenis ini merupakan ujaran untuk mencegah atau melarang seseorang untuk melakukan sesuatu. Ciri kalimat larangan adalah adanya kata-kata larangan, seperti kata “Jangan”.

Contoh:

  • Jangan matikan komputernya!
  • Jangan beritahu dia!

3. Ajakan

Kalimat ajakan adalah kalimat yang mengungkapkan ajakan kepada seseorang untuk melakukan sesuatu. Biasanya dicirikan dengan adanya kata “ayo”, “ayolah”, “mari”, atau “marilah”.

Contoh:

  • Marilah kita ucapkan “Alhamdulillah” dan “meng-amin kan” doa kita ini bersama-sama!
  • Ayo kita jaga kelestarian alam Indonesia!
  • Mari kita gunakan barang produk dalam negeri untuk memajukan perekonomian Negara!

4. Saran

Merupakan kalimat yang berisi perintah tidak wajib berbentuk saran atau masukan. Kalimat ini tidak bersifat memaksa, seseorang boleh melakukan perintah yang diberikan (saran) atau mengabaikannya. Kata-kata yang sering muncul dalam kalimat saran ialah sebaiknya, seharusnya, alangkah baiknya, dan lain sebagainya.

Contoh:

  • Seharusnya kamu bisa lebih bijak dari dia!
  • Alangkah baiknya jika kamu tetap bersabar dan menunggu kabar selanjutnya!
  • Sebaiknya kita tunggu saja disini!

5. Permohonan

Merupakan kalimat yang berisi ungkapan harapan dan permohonan kepada seseorang agar seseorang yang diminta dapat memenuhi permohonannya.

Contoh:

  • Buka saja bajumu jika kau tidak malu!
  • Saya mohon kedatangannya besok pukul 08.00 pagi di Balai Kelurahan Ds, Pasir Nangka
  • Kami mohon kepada-Mu ya Allah, tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalan yang Engkau ridhoi.

Contoh-contoh lain:

  • Maju kalau berani!
  • Mohon doa dan restu!
  • Mohon datang tepat waktu!
  • Tolong pinjamkan saya uang!
  •  Tolong ambilkan aku selimut!
  • Jauhi Narkoba!
  • Ayo turut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan dengan cara stop menggunakan plastik!

Itu penjelasan mengenai Kalimat Perintah kali ini. Semoga tulisan singkat ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Lestarikan terus Bahasa Indonesia kita sebagai tanda kecintaan kita terhadap negeri tercinta ini! 

Sara Apriana
About Sara Apriana 454 Articles
Lawan dari kaya adalah cukup, bukan miskin. Jadi sebetulnya ketika Allah menciptakan kita, rizki kita cukup, tidak ada yang miskin. Yang menjadikan kita miskin itu perasaan kita yang tidak pernah cukup. "dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberi kecukupan". (QS. An-Najm : 48) ~ Ust. Adi Hidayat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.